Belum Mampu Turunkan Harga, Jokowi Minta Tol Laut Dibenahi

Jum'at, 06 Maret 2020 - 05:21 WIB
Belum Mampu Turunkan...
Belum Mampu Turunkan Harga, Jokowi Minta Tol Laut Dibenahi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekan bahwa tujuan awal dari tol laut adalah mengurangi disparitas harga. Dalam hal ini baik itu antar wilayah, antar pulau, dan antar daerah.

"Serta satu lagi adalah untuk memangkas biaya logsitik yang mahal. Namun, saya terima informasi dari lapangan bahwa biaya pengiriman logistik antar daerah masih mahal," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis (5/3/2020).

Jokowi menyebut bahwa ongkos pengiriman di dalam negeri jauh lebih mahal dibanding pengiriman ke luar negeri. Misalnya saja biaya pengiriman Jakarta-Padang, Jakarta-Medan, Jakarta-Banjarmasin, Jakarta-Makassar jauh lebih mahal dibandingkan biaya pengiriman Jakarta-Singapura, Jakarta-Hong Kong, Jakarta-Bangkok, maupun Jakarta-Shanghai.

"Inilah yang harus kita benahi bersama. Sehingga tujuan awal dari tol laut untuk menekan disparitas harga antar wilayah bisa kita capai," ungkapnya.

Dia meminta jajarannya untuk mengawasi dan membuat tol laut semakin efisien. Kepala Negara meminta biaya logistik antar daerah, antar wilayah, dan antar provinsi harus bisa diturunkan.

"Saya minta masalah ini harus dilihat secara detail dan komprehensif, apakah masalahnya di pelabuhan. Misalnya urusan dengan dwelling time atau ada praktik monopoli di dalam transportasi dan distribusi barang sehingga biaya logsitik tidak efisien," ujarnya.

Jokowi juga mengaku mendapat laporan bahwa biaya sulit diturunkan karena terjadi ketidakseimbangan. Hal ini terjadi terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

"Ada ketidakseimbangan jumlah muatan barang yang diangkut dari barat ke timur, penuh. Tapi begitu dari timur kembali ke barat, itu muatannya jauh berkurang. Ini semuanya coba dilihat kembali," tuturnya.

Lebih lanjut, dia juga meminta agar ada peningkatan nilai tambah tol laut bagi perekonomian daerah. Pasalnya transportasi laut hanya menyumbang 0,3% dari keseluruhan Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh dibandingkan kontribusi transportasi udara maupun transportasi darat.

"Ini angkanya, transportasi darat terhadap PDB per September 2019 meningkat menjadi 2,47% dari sebelumnya 2,14% di tahun 2014. Transportasi udara menyumbang kontribusi 1,6% terhadap PDB, meningkat lebih pesat lagi yakni 1,03% di tahun 2014 menjadi 1,62% di tahun 2019. Sebaliknya peranan transportasi laut selama ini sangat rendah, justru menurun dari 0,34% di tahun 2014 menjadi 0,32% di tahun 2019," terangnya.

Jokowi juga meminta jajarannya untuk mengevaluasi rute-rute tol laut yang sudah berjalan. Dia meminta agar rute tol laut ini dihubungkan dengan kawasan-kawasan industri untuk mencegah kosongnya muatan kapal.

"Saya minta ini segera diperbaiki dan saya minta tol laut juga terkoneksi dengan kawasan industri dan sentra ekonomi lokal. Saya juga minta Pemda dan BUMD terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan tol laut sehingga memiliki dampak positif terhadap ekonomi lokal," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi Sebut Jika Tak...
Jokowi Sebut Jika Tak Punya Tol Peradaban Kita Tertinggal
Resmi, Tol Pekanbaru-Dumai...
Resmi, Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Presiden Jokowi
Reaksi Jokowi Soal Pagar...
Reaksi Jokowi Soal Pagar Laut: Yang Penting Proses Legalnya Dilalui Betul atau Tidak
Presiden Jokowi Pimpin...
Presiden Jokowi Pimpin Ratas Percepatan Pembangunan Tol Sumatera dan Cisumdawu
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
39 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
43 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
54 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
1 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Sidang Kabinet di IKN,...
Sidang Kabinet di IKN, Jokowi: Kalau Kursinya Belum Ada, Gimana Duduk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved