Rupiah Ditutup Loyo di Kisaran Rp14.242/USD, Euro Menguat Dramatis Versus USD
Jum'at, 06 Maret 2020 - 17:40 WIB
Rupiah Ditutup Loyo di Kisaran Rp14.242/USD, Euro Menguat Dramatis Versus USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (6/3/2020) ditutup loyo pada kisaran level Rp14.242/USD untuk meneruskan tren negatif. Tren pelemahan rupiah mengiringi euro yang menguat secara dramatis versus USD untuk melewati level USD1,13 dan menjadi yang pertama kalinya.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok pada level Rp14.220/USD di akhir sesi atau tenggelam cukup dalam dari penutupan sebelumnya Rp14.170/USD. Laju positif kurs rupiah di akhir pekan bergerak pada kisaran Rp14.164 hingga Rp14.290/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga tidak berdaya menjadi Rp14.242 per USD dari sesi penutupan kemarin yang bertengger di Rp14.175/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.199-Rp14.291/USD.
Sementara berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat menujukkan keterpurukan yakni Rp14.285/USD. Raihan tersebut terjadi saat tekanan global masih membayangi pergerakan mata uang Garuda usai kemarin bertengger pada posisi Rp14.165/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah ke posisi Rp14.267 per USD untuk mengakhiri perdagangan dengan lanjutan tren negatif. Posisi ini memperlihatkan rupiah terus merosot usai kemarin berada di Rp14.168/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro memperpanjang kenaikan dramatis versus dolar AS pada hari Jumat, usai melewati USD1,13 untuk pertama kalinya sejak Juli 2019. Hal ini seiring dengan penyusutan obligasi yield AS untuk menekan mata uang AS.
Euro pada sesi terakhir tercatat naik 0,6% pada hari ini menjadi 1,1307 terhadap USD. Selanjutnya dolar AS juga melemah terhadap Yen Jepang, usai jatuh 1% menjadi 105,05. Terhadap keranjang mata uang, dolar AS juga menyusut hingga 0,8%.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok pada level Rp14.220/USD di akhir sesi atau tenggelam cukup dalam dari penutupan sebelumnya Rp14.170/USD. Laju positif kurs rupiah di akhir pekan bergerak pada kisaran Rp14.164 hingga Rp14.290/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga tidak berdaya menjadi Rp14.242 per USD dari sesi penutupan kemarin yang bertengger di Rp14.175/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.199-Rp14.291/USD.
Sementara berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat menujukkan keterpurukan yakni Rp14.285/USD. Raihan tersebut terjadi saat tekanan global masih membayangi pergerakan mata uang Garuda usai kemarin bertengger pada posisi Rp14.165/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah ke posisi Rp14.267 per USD untuk mengakhiri perdagangan dengan lanjutan tren negatif. Posisi ini memperlihatkan rupiah terus merosot usai kemarin berada di Rp14.168/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro memperpanjang kenaikan dramatis versus dolar AS pada hari Jumat, usai melewati USD1,13 untuk pertama kalinya sejak Juli 2019. Hal ini seiring dengan penyusutan obligasi yield AS untuk menekan mata uang AS.
Euro pada sesi terakhir tercatat naik 0,6% pada hari ini menjadi 1,1307 terhadap USD. Selanjutnya dolar AS juga melemah terhadap Yen Jepang, usai jatuh 1% menjadi 105,05. Terhadap keranjang mata uang, dolar AS juga menyusut hingga 0,8%.
(akr)