alexametrics

Harga BBM Didesak Turun, Begini Reaksi Dirut Pertamina

loading...
A+ A-
JAKARTA - Penurunan harga minyak dunia mencapai rata-rata USD30 per barel belum menggerakkan PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan produk bahan bakar minyak (BBM).

Terkait penurunan harga BBM, Pertamina menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Bukan di Pertamina harga (BBM) itu berada di pemerintah,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Gedung Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Sebelumnya, sejumlah kalangan mendesak badan usaha termasuk Pertamina untuk menurunkan harga BBM ditengah anjloknya harga minyak dunia. Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi meminta supaya badan usaha termasuk Pertamina segera menurunkan harga BBM di tengah anjloknya harga minyak dunia.



“Penurunan harga minyak harus dibarengi dengan turunnya harga BBM di pasaran oleh badan usaha. Pemerintah harus segera mendorong supaya harga BBM turun,” kata dia.

Menurut dia, penurunan harga BBM tidak hanya untuk BBM non subsidi. Anjloknya harga minyak dunia, imbuhnya, seharusnya juga dibarengi dengan penurunan harga BBM penugasan premium dan BBM subsidi jenis solar. “Pertamina harus segera menurunkan semua harga BBM baik BBM non-subsidi, BBM penugasan maupun harga BBM subsidi,” ujarnya.

Sebagai informasi, harga minyak mentah terjun bebas ke level terendah setelah Arab Saudi memangkas harga jual serta berencana menggenjot produksi minyaknya. Langkah itu diambil setelah Rusia menolak mengurangi produksi. Padahal, rencana itu dapat menstabilkan harga minyak di tengah lesunya perkenomian global karena terinfeksi wabah corona.

Harga minyak jenis Brent turun di level USD35,97 per barel sedangkan west texas intermediate anjlok ke level USD32,82 per barel bahkan telah menurun USD30 per barel.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top