Optimis! Pertamina Targetkan Laba Bersih Rp28 Triliun Tahun Ini
Kamis, 04 Februari 2021 - 16:02 WIB
loading...
Pertamina lebih optimistis menghadapi tahun 2021 dengan menargetkan laba bersih dua kali lipat dari capaian di tahun 2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) lebih optimistis menghadapi tahun 2021 karena akan ada potensi peningkatan permintaan bahan bakar minyak (BBM) dibandingkan tahun lalu.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan sekitar 10-12% di tahun ini. Walaupun secara total masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019, namun dibandingkan tahun 2020 permintaan BBM akan lebih baik.
Baca Juga: Masih Cuan, Pertamina Cetak Laba Bersih Rp14 Triliun di 2020
"Untuk 2021, penjualan ditargetkan naik 12% dari tahun 2020. Harga minyak pun trennya naik dibanding tahun 2020. Dengan demikian laba bersih ditargetkan USD2 miliar (sekitar Rp28 triliun)," ujarnya, Kamis (4/2/2021).
Nicke melanjutkan, Pertamina akan tetap mendorong dari sisi hilir karena akan menurunkan biaya operasi sehingga harga akan lebih terjangkau.
"Secara fondasi sebetulnya sudah lebih kuat karena kita lebih siap di tahun ini dan kita optimis akan lebih baik dari tahun 2020," ungkapnya.
Dia menuturkan, Pertamina tetap menggenjot sektor hulu migas sebab produksi di dalam negeri belum memenuhi kebutuhan nasional sehingga harus impor.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan sekitar 10-12% di tahun ini. Walaupun secara total masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019, namun dibandingkan tahun 2020 permintaan BBM akan lebih baik.
Baca Juga: Masih Cuan, Pertamina Cetak Laba Bersih Rp14 Triliun di 2020
"Untuk 2021, penjualan ditargetkan naik 12% dari tahun 2020. Harga minyak pun trennya naik dibanding tahun 2020. Dengan demikian laba bersih ditargetkan USD2 miliar (sekitar Rp28 triliun)," ujarnya, Kamis (4/2/2021).
Nicke melanjutkan, Pertamina akan tetap mendorong dari sisi hilir karena akan menurunkan biaya operasi sehingga harga akan lebih terjangkau.
"Secara fondasi sebetulnya sudah lebih kuat karena kita lebih siap di tahun ini dan kita optimis akan lebih baik dari tahun 2020," ungkapnya.
Dia menuturkan, Pertamina tetap menggenjot sektor hulu migas sebab produksi di dalam negeri belum memenuhi kebutuhan nasional sehingga harus impor.
Lihat Juga :