alexametrics

PLTA Asahan 3 Dongkrak Bauran EBT Sumut Menjadi 35,6% di 2023

loading...
A+ A-
ASAHAN - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 berkapasitas 174 megawatt (MW) yang tengah dibangun PT PLN (Persero) di Sumatera Utara (Sumut), selain menambah pasokan listrik di Sistem 275 kV Sumatera, juga akan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di wilayah tersebut.

"Dengan beroperasinya PLTA Asahan 3, maka kapasitas bauran energi untuk pembangkit EBT tersebut akan meningkat menjadi 35,6%," ungkap Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah di Asahan, Sumut, Senin (9/3/2020).

Meningkatnya bauran energi baru terbarukan tersebut, sambung dia, akan dapat meminimalkan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil. SEmentara, kapasitas bauran energi Sumatera bagian Utara untuk pembangkit berbasis EBT sampai saat ini adalah sebesar 33,7%.



PLTA Asahan 3 yang terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba Samosir, mengunakan sistem run-of-river, yaitu mengalirkan air dari sungai Asahan untuk dialirkan ke turbin air melalui terowongan yang saat ini sedang dibangun sepanjang 8 km. Pembangunan PLTA Asahan 3 yang telah dimulai pada 28 Maret 2019 ini perkembangannya hingga saat ini telah mencapai 5,11%.

Manager Unit Pelaksana Proyek Pembangunan Pembangkit Sumatera 6 Agil Darmawan menjelaskan, dalam pembangunan pembangkit ini, PLN bekerja sama dengan Shimizu Corp–PT Adhi Karya (Persero) Tbk Joint Operation (SAJO). Pembangkit ini direncanakan beroperasi pada tahun 2023.

Agil mengatakan, listrik yang dihasilkan PLTA Asahan 3 ini nantinya akan disalurkan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara melalui Gardu Induk 275 kV Simangkuk. "Dengan demikian, peningkatan kebutuhan listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun bisa ditopang dengan pasokan yang andal," tuturnya.

Dia menjekaskan, sistem pengoperasian PLTA Asahan 3 yakni dengan mengalihkan aliran air Sungai dan akan melewati terowongan (Headrace Tunnel) sepanjang 8 km hingga ke Powerhouse serta memutar dua unit turbin dengan tipe Vertical-shaft Francis.

Dengan beroperasinya pembangkit ini, diharapkan dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) untuk wilayah Sumatera Bagian Utara sekitar Rp72/kWh. Pasokan listrik dari pembangkit ini juga berpotensi menambah jumlah pelanggan rumah tangga setara 241.000 sambungan rumah, dengan perhitungan pelanggan 900 VA. Dia menambahkan, hingga akhir Februari 2020, pembangkit ini telah menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 800 orang.

Selain itu, sejak tahun 2012 hingga tahun 2019, PLN juga turut aktif menjalankan tanggungjawabnya baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan dengan telah menjalankan berbagai program CSR seperti Budidaya Air tawar, penyediaan bus sekolah serta program-program lain yang menunjang kegiatan masyarakat sekitar PLTA Asahan 3.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top