alexametrics

Pelni Tambah Rumah Kita di Indonesia Timur dan T3P

loading...
Pelni Tambah Rumah Kita di Indonesia Timur dan T3P
Pelni Tambah Rumah Kita di Indonesia Timur dan T3P
A+ A-
JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menegaskan, peran perusahaan dalam program tol laut tidak sebatas pada sisi transportasi laut. Namun, Pelni mengembangkan perannya dalam mendukung pemerintah guna menurunkan disparitas harga barang di daerah tujuan yang umumnya terpencil, tertinggal, terdepan dan perbatasan (T3P).

Sebagai kelanjutan program tol laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian BUMN melakukan sinergi dalam menugaskan beberapa BUMN kemaritiman membangun "Rumah Kita" di beberapa daerah tujuan tol laut.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, fungsi "Rumah Kita" ialah sebagai sentra distribusi barang-barang tol laut dari Pulau Jawa dan menjadi sentra pemasaran bagi produk lokal untuk kembali diangkut oleh kapal tol laut untuk dapat dipasarkan di daerah maju bahkan hingga diekspor ke luar negeri.



“Sebagai distributor 'Rumah Kita', Pelni turut menjalin kemitraan dengan BUMD, BUMDes, Koperasi dan para pedagang di daerah T3P untuk menjual barang dalam jumlah besar, bukan ritel. Harga barang juga menjadi acuan bagi daerah T3P," ungkap Yahya di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Seiring kebijakan pemerintah pada program tol laut dan keberhasilan Pelni dalam mengelola "Rumah Kita", dalam waktu dekat Pelni akan menambah gerai "Rumah Kita" di beberapa lokasi. "Sebelumnya Pelni ditugaskan membangun 'Rumah Kita' di Morotai (Maluku Utara), Manokwari, Timika (Papua Barat) dan Saumlaki (Maluku) menekan disparitas harga. Kini, untuk memperluas ketersediaan stok barang kami akan membangun Rumah Kita Natuna, Tahuna, Lewoleba, Rote, Jaelolo, dan Bima," jelas Yahya.

Sebelum berdirinya "Rumah Kita", kata dia, harga barang di daerah-daerah T3P cukup tinggi. Dengan adanya "Rumah Kita", harga barang mulai turun. "Rumah Kita" menjadi acuan standar harga para pedagang untuk menjual barangnya. Harga yang lebih kompetitif di "Rumah Kita" mampu membantu menurunkan harga barang secara umum di daerah Indonesia Timur dan daerah T3P.

Dalam membangun "Rumah Kita", Pelni bekerja sama dengan Pemda, BUMD, BUMdes, Koperasi dan masyarakat pedagang di lingkungan Rumah Kita. Kehadiran "Rumah Kita", kata Yahya, pada praktiknya menjadi mitra bisnis pengusaha di daerah tujuan tol laut. Dengan demikian, keberadaan "Rumah Kita" benar-benar memberikan dampak positif yang menguntungkan kedua belah pihak.

Lebih lanjut Yahya Kuncoro mengatakan bahwa pendirian "Rumah Kita" menjadi bagian penting dari aspek pengendalian disparsitas harga. Keberadaan "Rumah Kita" menjadi rumah logistik sebagai sarana konsolidasi barang-barang di sepanjang trayek tol laut dalam rangka menyiapkan saluran distribusi dari hulu sampai hilir. "Pengelolaan Rumah Kita pada Pelni dikelola oleh anak usaha yakni PT Sarana Bandar Nasional," imbuh Yahya.

"Rumah Kita", tegas dia, dibangun agar masyarakat di daerah bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dan lainnya dengan harga lebih murah. Selain itu, juga dibangun untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat untuk belanja secara grosir. "Kalau kami menjual secara eceran nanti kasihan para pedagang di daerah sebagai mitra," jelasnya.
(fjo)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top