Sri Mulyani: Dampak Corona Lebih Berat Dibanding Krisis Keuangan 2008

Jum'at, 13 Maret 2020 - 20:24 WIB
Sri Mulyani: Dampak...
Sri Mulyani: Dampak Corona Lebih Berat Dibanding Krisis Keuangan 2008
A A A
JAKARTA - Virus corona telah menginfeksi perekonomian dunia. Data worldometers.info, Jumat (13/3/2020), jumlah kasus pandemi corona telah mencapai 138.937 di seluruh dunia dengan jumlah kematian mencapai 5.111 orang.

Pandemi corona pun telah menjangkiti 132 negara di dunia. Untuk Indonesia, terjadi penambahan kasus sebanyak 35, sehingga totalnya mencapai 69 kasus, dengan tiga orang meninggal dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui dampak corona terhadap ekonomi lebih berat dan kompleks dibanding krisis keuangan global 2008, yang ketika itu disebabkan greedy di lembaga keuangan Lehman Brothers yang berdampak sistemik.

"Krisis sekarang ini pemicunya pandemi (wabah penyakit yang menyebar secara global). Jadi telah mengganggu kesehatan secara global dan itu tidak hanya di satu negara, sudah ke seluruh dunia. Lebih dari 100 negara terkena," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Menurut dia, dalam mengatasi pandemi corona, dunia perlu bersatu dan memerlukan leadership global agar menciptakan kebijakan yang synchronize, bersama-sama segera memitigasi pandemi virus corona.

"Seperti telah kami sampaikan sebelumnya, kami di tim ekonomi, Pak Menko (Perekonomian) dan seluruh jajarannya akan terus berusaha memitigasi dampaknya. Dimana bottom line-nya adalah kesehatan," terangnya.

Ia pun mengatakan pandemi virus corona telah menginfeksi bursa saham dunia, termasuk Wall Street dan merembet ke bursa saham Indonesia. Karena itu, harus diperhatikan secara serius ancamannya.

"Persoalan bursa (IHSG) adalah psikologis. Karena adanya aspek kesehatan yang dianggap masih mengancam. Jadi fokus kita sekarang dari bidang ekonomi, terus memerhatikan dengan teliti perkembangan ini," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Keterpurukan IHSG Era...
Keterpurukan IHSG Era Covid-19 Belum Separah Krisis Keuangan 2008
Krisis Covid-19, Pemerintah...
Krisis Covid-19, Pemerintah Harus Memikirkan Tiga Langkah Kedepan
Sri Mulyani: Mei Jadi...
Sri Mulyani: Mei Jadi Puncaknya Covid-19 di Indonesia
Jurus Sri Mulyani Hadapi...
Jurus Sri Mulyani Hadapi Krisis Ekonomi Era Covid-19 Dinilai Pakai Pola Lama
Awas! Corona Berkepanjangan,...
Awas! Corona Berkepanjangan, Kelaparan Mengancam
Sri Mulyani Sebut Covid-19...
Sri Mulyani Sebut Covid-19 Masih Menghantui Dinamika Ekonomi RI
Berita Terkini
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
35 menit yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
1 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
1 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Infografis
Tegas, Sri Mulyani Minta...
Tegas, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Netral di Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved