Rupiah Demam, BI Harus Intervensi Beli Surat Utang

Senin, 16 Maret 2020 - 18:13 WIB
Rupiah Demam, BI Harus...
Rupiah Demam, BI Harus Intervensi Beli Surat Utang
A A A
JAKARTA - Pandemi virus corona terus menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dalam penutupan dagang Senin (16/3/2020), rupiah di pasar spot, mengalami demam hingga 155 poin atau 1,05% ke posisi Rp14.932 per USD.

Menyikapi hal ini, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira, menilai Bank Indonesia (BI) harus mengambil tindakan intervensi dengan membeli surat utang pemerintah di pasar uang.

"BI harus melakukan intervensi dengan membeli surat utang pemerintah di pasar. Mendorong local currency settlement dengan meningkatkan penggunaan rupiah untuk ekspor ke Malaysia dan Thailand misalnya," saran Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Lanjut Bhima, BI juga harus memperbaiki mekanisme insentif dana hasil ekspor sehingga lebih menarik bagi eksportir untuk konversi dari dolar AS ke rupiah.

"Kemudian pola komunikasi yang tegas dan jelas ke masyarakat sehingga tidak menimbulkan kepanikan berlebihan," jelasnya.

Dia melanjutkan faktor pelemahan rupiah bersumber dari kekhawatiran investor terkait memburuknya ekonomi karena wacana lockdown di beberapat tempat.

"Virus corona masih menjadi faktor utama. Sementara rilis data BPS dengan penurunan impor bahan baku membuktikan bahwa kinerja sektor manufaktur tidak terlalu positif di awal kuartal I 2020," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Ekonom Indef: Redenominasi...
Ekonom Indef: Redenominasi Rupiah Tidak Tepat Dilakukan Saat Krisis
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Jumlah Kasus COVID-19...
Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia, 21-24 Juni 2021
DPR Ingatkan Bank Jangan...
DPR Ingatkan Bank Jangan Hambat Pencairan Program Indonesia Pintar
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Berita Terkini
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
18 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
30 menit yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
32 menit yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
54 menit yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
55 menit yang lalu
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
1 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved