alexametrics

Rupiah Demam, BI Harus Intervensi Beli Surat Utang

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pandemi virus corona terus menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dalam penutupan dagang Senin (16/3/2020), rupiah di pasar spot, mengalami demam hingga 155 poin atau 1,05% ke posisi Rp14.932 per USD.

Menyikapi hal ini, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira, menilai Bank Indonesia (BI) harus mengambil tindakan intervensi dengan membeli surat utang pemerintah di pasar uang.

"BI harus melakukan intervensi dengan membeli surat utang pemerintah di pasar. Mendorong local currency settlement dengan meningkatkan penggunaan rupiah untuk ekspor ke Malaysia dan Thailand misalnya," saran Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (16/3/2020).



Lanjut Bhima, BI juga harus memperbaiki mekanisme insentif dana hasil ekspor sehingga lebih menarik bagi eksportir untuk konversi dari dolar AS ke rupiah.

"Kemudian pola komunikasi yang tegas dan jelas ke masyarakat sehingga tidak menimbulkan kepanikan berlebihan," jelasnya.

Dia melanjutkan faktor pelemahan rupiah bersumber dari kekhawatiran investor terkait memburuknya ekonomi karena wacana lockdown di beberapat tempat.

"Virus corona masih menjadi faktor utama. Sementara rilis data BPS dengan penurunan impor bahan baku membuktikan bahwa kinerja sektor manufaktur tidak terlalu positif di awal kuartal I 2020," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top