Sri Mulyani: Penurunan Harga Gas Beri Konsekuensi Besar ke APBN

Rabu, 18 Maret 2020 - 15:48 WIB
Sri Mulyani: Penurunan...
Sri Mulyani: Penurunan Harga Gas Beri Konsekuensi Besar ke APBN
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, bahwa penurunan harga gas industri akan memberikan konsekuensi besar pada Anggaran Pendapatan Belanja Negaea (APBN) 2020. Lantaran itu Ia menekankan, agar hitungan untuk penerapan harga gas baru ini harus sangat hati-hati karena bisa berdampak pada pos APBN lainnya.

"Seperti telah disampaikan sebetulnya keputusan mengenai penurunan harga gas kepada industri tadi memberikan konsekuensi yang sangat besar kepada APBN," ujar Menkeu Sri Mulyani via video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

(Baca Juga: Catat, Penurunan Harga Gas Industri Mulai 1 April 2020 )

Seperti diketahui pemerintah baru saja memutuskan harga gas bumi diturunkan menjadi rata-rata USD6/mmbtu di plant gate konsumen mulai 1 April 2020. Hal ini disampaikan usai rapat kabinet bersama Presiden yang juga membahas keberlangsungan dari APBN.

Menkeu menjelaskan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa harga gas bisa turun dan jalan namun dengan skenario kompensasi terhadap penurunan subsidi di sektor BBM dan listrik

"Karena skenario Menteri ESDM hanya bisa jalan bila ada kompensasi terhadap penurunan subsidi di sektor subsidi di BBM. Untuk listrik berarti juga akan ada pengurangan subsidi di bidang listrik," terang dia.

Pengurangan pos ini menyangkut keberlangsungan APBN, yang dengan ini mengambil semua beban yang tidak efisien dari perekonomian dalam bentuk subsidi. Sebagai informasi, penurunan harga gas juga diterapkan untuk sektor kelistrikan dalam rangka menyediakan listrik yang terjangkau bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan industri.

Mantan Direktur Bank Dunia itu mengarisbawahi implikasi kebijakan ini akan terus dikalkulasi dari sisi implikasi APBN dan bagaimana bisa mengurangi beban APBN yang jadi lebih adil. Artinya subsidi diberikan kepada kelompok yang memang mampu untuk ciptakan keadilan bagi perekonomian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Habiskan Subsidi Rp45...
Habiskan Subsidi Rp45 T dari APBN, Program Gas Murah Industri Tertentu Dievaluasi
Risiko Ekonomi Meningkat,...
Risiko Ekonomi Meningkat, Pemerintah Perlu Hati-hati Kelola Anggaran
Lifting Gas Tembus 120%...
Lifting Gas Tembus 120% dari Target APBN Disebut Berkat Kerja Efektif
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
5 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
6 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
6 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
6 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Harga 320 Rudal Katyusha...
Harga 320 Rudal Katyusha Hizbullah yang Diluncurkan ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved