Sri Mulyani Minta BPJS Jamin Biaya Pasien Virus Corona

Kamis, 19 Maret 2020 - 11:31 WIB
Sri Mulyani Minta BPJS...
Sri Mulyani Minta BPJS Jamin Biaya Pasien Virus Corona
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta BPJS Kesehatan untuk menjamin biaya bagi pasien virus corona (Covid-19). Menurutnya, pemerintah sangat serius menangani persoalan Covid-19. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan pembentukan Gugus Tugas Covid-19.

Nantinya, Gugus Tugas ini akan mengkoordinir langkah-langkah di dalam menangani virus Covid-19 di Indonesia. Sebagai informasi, Sri Mulyani menjadi salah satu dewan pengarah bersama Menkopolhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy serta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Saat ini kita juga sedang menyusun Perpres untuk jaminan kesehatan. Seperti diketahui waktu itu, Mahkamah Agung membatalkan Perpres yang menyebabkan kondisi BPJS menjadi tidak pasti dari sisi keuangannya. Ini menyebabkan rumah sakit-rumah sakit yang hari ini merupakan institusi yang paling penting, paling mendapatkan tekanan,jadi merasakan beban yang paling besar," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Sambung dia, Gugus Tugas Covid-19 tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) untuk memberikan jaminan kesehatan, khususnya selama wabah virus corona.

Nantinya, Gugus Tugas Covid-19 akan segera menyusun Perpres untuk memberikan kepastian kepada fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, dan dari BPJS Kesehatan untuk mendukung langkah-langkah penanganan Covid-19.

"Ini juga termasuk penyelesaian biaya bagi pasien yang terdampak Covid-19 di rumah sakit. Kementerian kesehatan sudah ada pos anggarannya. Namun kita juga melihat tergantung dari berapa jumlah kasusnya, dan bagimana penanganannya, serta dalam hal ini BPJS diminta ikut mengcover sehingga nanti akuntabilitasnya bisa dipertanggung jawabkan," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini akan mengalami tekanan akibat imbas wabah virus corona.

Adapun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya 4,5%-4,9%. Artinya, pertumbuhan ekonomi akan turun lebih dalam ketimbang kuartal IV-2019 lalu sebesar 4,97%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bayar Iuran BPJamsostek...
Bayar Iuran BPJamsostek Bakal Ditunda Pemerintah, BPJS Kesehatan Ntar Dulu
Pandemi COVID-19, BPJS...
Pandemi COVID-19, BPJS Kesehatan Perlu Menambah Kuota PBI
Sri Mulyani Sebut Korupsi...
Sri Mulyani Sebut Korupsi Seperti Virus Corona: Bisa Menular
Sri Mulyani Soroti Realisasi...
Sri Mulyani Soroti Realisasi Anggaran Covid-19 Rendah, Kesehatan Cuma 1,54%
Awal 2021, Peserta BPJS...
Awal 2021, Peserta BPJS Kesehatan Bisa Vaksinasi COVID-19 Gratis
Menkeu : Kasus Positif...
Menkeu : Kasus Positif Corona di luar DKI Jakarta Mengkhawatirkan
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
23 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Tegas, Sri Mulyani Minta...
Tegas, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Netral di Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved