alexametrics

Suku Bunga Turun, Ekonom: Bisa Jadi Obat Kuat Rupiah

loading...
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Indef, Bhima Yudistira, menilai langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 basis points (bps) menjadi 4,5% sangat tepat. Hal ini bisa menjadi obat untuk rupiah agar tidak terus melemah.

"Penurunan suku bunga BI sesuai ekspektasi dan anjuran para ekonom. Dampaknya memang terbatas tapi setidaknya dalam beberapa hari kedepan, bisa menjaga rupiah agar tidak melemah ke 17.000," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Bhima melanjutkan bahwa investor di pasar butuh sinyal ketegasan dan antisipasi kebijakan moneter dalam merespon krisis wabah corona.



"Disarankan agar Rapat Dewan Gubernur berikutnya, BI memangkas lagi 25 bps," ujarnya.

Bank Indonesia memangkas suku bunga menjadi 4,5% sejalan dengan kondisi global, yaitu wabah virus corona dan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top