Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Beroperasi di Tengah Ancaman Wabah Corona.

Jum'at, 20 Maret 2020 - 08:17 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok...
Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Beroperasi di Tengah Ancaman Wabah Corona.
A A A
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC memastikan, bahwa semua operasional dan pelayanan terhadap pengguna jasa, terutama pelayanan kapal barang akan terus berjalan. IPC siap mengantisipasi semua kemungkinan terburuk, demi berjalannya operasional di pelabuhan, di tengah ancaman wabah Corona.

"Saat ini mulai muncul pertanyaan dari mitra pemilik barang maupun pemilik kapal di luar negeri, perihal kemungkinan terhentinya layanan kepelabuhanan menyusul wabah Corona di Indonesia. Menyikapi hal ini, kami memberikan jaminan bahwa pelabuhan, terutama terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok akan terus beroperasi," kata Direktur Transformasi IPC, Ogi Rulino, di Jakarta.

Menyikapi kemungkinan pemberlakuan karantina total (lockdown), yang kini ramai diperbincangkan banyak pihak, sejauh ini IPC belum punya rencana lain, selain tetap beroperasi. Dengan tetap beroperasi, pelabuhan mendukung ketersediaan barang-barang kebutuhan masyarakat, baik dari luar pulau maupun luar negeri.

"Kami akan terus beroperasi. Kecuali ada permintaan khusus dari pemerintah bahwa semua operasional dan kegiatan di pelabuhan harus dihentikan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Priok memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan pelayanan moda transportasi lainnya. Pelayanan yang dominan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah barang baik container maupun non container.

"Kalau di terminal bus, stasiun kereta maupun bandara, obyek layanan utamanya adalah manusia (penumpang), yang punya risiko besar terjadi penularan. Namun di Pelabuhan Tanjung Priok, obyek utamanya adalah barang, baik peti kemas maupun non peti kemas. Layanan penumpang di terminal penumpang sangat sedikit dibandingkan dengan pelayanan barang," jelasnya.

Ogi menambahkan, dengan antisipasi yang tinggi, IPC akan mengedepankan pelayanan, karena pelabuhan menjalankan peran strategis sebagai fasilitator perdagangan. Kondisi yang sama juga terjadi di berbagai pelabuhan di luar negeri.

"Malaysia yang mengambil kebijakan lockdown misalnya, terminal peti kemasnya tetap beroperasi. Larangan keluar masuk wilayah tersebut hanya berlaku bagi manusia untuk meminimalisir penularan virus Corona yang sudah menjadi pandemik global," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IMLOW Dukung IPC Manfaatkan...
IMLOW Dukung IPC Manfaatkan TSS Selat Sunda untuk Hub Port Priok
Si Denok Bandarwati,...
Si Denok Bandarwati, Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
IPC TPK Antisipasi Lonjakan...
IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Barang saat Ramadan
Pelindo Berbenah, Ekosistem...
Pelindo Berbenah, Ekosistem Logistik Akan Berkelas Dunia
Lebaran 2026, IPC TPK...
Lebaran 2026, IPC TPK Pelabuhan Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
9 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
10 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
10 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
11 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
11 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
12 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved