alexametrics

Antisipasi Wabah Corona Berkepanjangan, Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan

loading...
A+ A-
JAKARTA - Mengantisipasi dampak merebaknya wabah Covid-19 dan HBKN 2020, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga komoditas pangan strategis.

Upaya tersebut salah satunya ditunjukkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama supplier dan produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangandi Jakarta kemarin.

“Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen kita semua untukmenjaga pasokan dan stabilitas harga menghadapi wabah corona serta menjelang puasa dan Lebaran,” demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi seusai penandatanganan kesepakatan bersama.



Lebih lanjut Agung menjelaskan, penandatanganan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar semua pihak menjalin kerja sama dan sinergi menjaga pangan terutama menghadapi wabah corona dan HBKN.

Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono mewakili Menteri Pertanian dalam penandatanganan tersebut menyampaikan apresiasi kepada para produsen dan supplier pangan atas komitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

“Ini tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi 267 juta orang,” kata Kasdi. (Kementan Pastikan Stok Daging Ayam dan Telur Aman)

Kasdi juga mengungkapkan, dari perspektif neraca pangan, ketersediaan komoditas pangan pokok strategis cukup. Akan tetapi, dari aspek distribusi dan stabilitas harga membutuhkan peran dari semua pihak, terutama supplier untuk memenuhi pasokan pangan di pasaran.

Ruang lingkup kesepakatan meliputi penyediaan, penyaluran, dan stabilisasi harga 11 komoditas pangan pokok meliputi beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Kesepakatan bersama ditandatangani oleh produsen dan supplier komoditas pangan tersebut, yaitu Perpadi, PT Food Station, PT Datu Nusantara Agribisnis, PT Asian Agro, PT Musim Mas, PT Wilmar Nabati, PTPN Holding Company, PT Makassar Tenee, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Binagloria Enterprindo, Poktan Kembang Sari, Asosiasi Champion Cabai Jateng, Gabungan Usaha Pembibitan Unggas, PT Duta Putra Perkasa, PT SuriNusantara Jaya, dan PT Berkat Mandiri Prima. Dari AWR, Kementan Motivasi Penyuluh dan Petani Tetap Produktif

Upaya pencegahan terhadappenyebaran virus corona atau Covid-19 terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satunya yang dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof Dedi Nursyamsi melalui Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian dengan menyapa Kostratani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Konstrada di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). (Baca juga: Turunkan Harga Gula, Kementerian Perdagangan Gelar Operasi Pasar)

Prof Dedi Nursyamsi mengatakan, sektor pertanian berkepentingan besar terhadap masalah Covid-19 ini karena sebagian besar masyarakat adalah petani. “Sosialisasi Covid-19 ini ditujukan untuk Kostratani. Kostratani intinya pusat gerakan pembangunan pertanian di kecamatan,” katanya pada acara Menteri Pertanian Menyapa Petani dan Penyuluh di ruang AWR kemarin.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Prof Dedi Nursyamsi meminta penyuluh yang tersebar di pelosok Tanah Air mengikuti kebijakan pemerintah daerah masing-masing, terutama adanya kebijakan social distancing. Namun demikian, penyuluh pertanian harus tetap bekerja secara produktif menyesuaikan kebijakan pemerintah daerah.

“Hanya saja, untuk kegiatan yang sifatnya kerumunan dan mengundang orang banyak untuk dikurangi. Tapi untuk kunjungan ke petani menggunakan teknologi informasi, seperti WhatsApp dan media sosial saya rasa lebih aman,” ujarnya.

“Jika tidak memungkinkan untuk kunjungan langsung ke petani, kegiatan penyuluhan bisa dilakukan secara online. Apalagi kini banyak petani yang telah memiliki handphone berbasis Android,” ujarnya.

“Penyuluhan bisa dilakukan di Kostratani melalui teleconference atau WhatsApp. Jadi Kostratani bisa diefektifkan, karena itu adalah inti pembangunan pertanian,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dedi juga meminta penyuluh untuk memberikan penjelasan kepada petani cara pencegahan Covid-19 dengan memanfaatkan alsin. Misalnya, jika daerahnya tengah panen, maka sebaiknya menggunakan combine harvester . Tapi jika panen masih manual, agar jarak petani diatur paling tidak 1,5 meter. “Jadi, kurangi kegiatan yang bersifat kerumunan, termasuk acara kendurkan,” ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, Dedi juga memotivasi agar penyuluh mendorong petani untuk bisa menghasilkan produk ekspor. Apalagi kini nilai dolar AS cukup tinggi sehingga menjadi kesempatan baik bagi petani untuk mendapatkan keuntungan.

Di sisi lain, Dedi yakin untuk wilayah pedesaan sebagai sentra pertanian lebih cenderung aman dari wabah corona atau berada di zona hijau. Pasalnya, sangat jarang mendapat kunjungan dari orang luar, terutama warga asing. “Jadi mulai sekarang saya minta untuk mengurangi dulu perjalanan ke luar kota,” ujarnya.

Sementara itu, kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani, Dedi juga meminta untuk tetap menggenjot produksi pertanian. “Jangan ada sejengkal lahan pun tak tertanam. Artinya, tiap habis panen, tanam lagi. Di mana pun tanam, tanam, dan tanam. Itu yang harus kita lakukan,” tegasnya.

Untuk itu menurut Dedi, peran penyuluh sangat penting dalam membimbing petani agar bisa menghasilkan produksi dengan baik. Bagaimana petani menerapkan Good Agriculture Practices (GAP), gunakan pupuk berimbang, mekanisasi pertanian dan pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan. Di sisi lain, Dedi yakin untuk wilayah pedesaan sebagai sentra pertanian lebih cenderung aman dari wabah corona atau beradadi zona hijau.

“Jadi kita ikuti surat edaran Pemda karena mereka sangat paham. Intinya ikuti, tapi aktivitas tidak boleh berhenti. Kalau ada kerumunan, sebaiknya hindari,” tegasnya.

Kementerian Pertanian sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No1056/SE/RC.10/03/2020 tentang Strategi Dalam Pencegahan dan Perlindungan Covid-19. Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia. Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi. Ketiga, sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus corona sebagaimana standar WHOdan pemerintah.

Keempat, pembuatan dan pengembangan pasar tani di setiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik, dan e-marketing. Kelima, program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai. (Sudarsono)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top