alexametrics

Wilmar-Kementan Jaga Pasokan Pangan di 34 Provinsi

loading...
A+ A-
JAKARTA - satu produsen terbesar minyak goreng di Indonesia, Wilmar, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai stabilisasi Ketersediaan pasokan dan harga minyak goreng dalam menghadapi Covid-19.

Penandatanganan dilakukan oleh Kuasa Direksi PT Wilmar Nabati Indonesia Thomas Tonny Muksim dan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan mewakili Menteri Pertanian Kasdi Subagyono di auditorium gedung D Kementerian Pertanian.

Kuasa Direksi PT Wilmar Nabati Indonesia Thomas Tonny Muksim mengatakan Wilmar memandang perlu untuk berkontribusi dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, khususnya untuk minyak goreng. Apalagi, kondisi Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman virus Covid-19 juga suasana jelang bulan Ramadan dan Lebaran, dimana permintaan akan minyak goreng pasti trennya meningkat.



"Ini merupakan tugas bersama untuk kami sebagai pengusaha minyak goreng, untuk turut berperan dalam menjaga kepentingan bangsa dalam menghadapi Covid-19 dengan menjaga pasokan dan stabilsasi harga minyak goreng," kata Thomas melalui siaran pers, Minggu (22/3/2020).

Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono menyambut baik komitmen pengusaha untuk turut menjaga stabilitas pasokan pangan. "Pagi ini kita buat kesepakatan bersama untuk jaminan ketersedian dan stabilisasi harga bahan pokok," pungkas Kasdi.

Menurut Thomas, Wilmar berkomitmen untuk menjaga pasokan dan harga pangan di 34 provinsi, untuk atasi Covid-19 dan juga Lebaran. Komoditas pangan yang diutamakan pemantauan pasokan dan harganya antara lain beras, jagung, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai, bawang putih, ayam, telur, dan sapi.

Kehadiran Wilmar merupakan bentuk dukungan kepada tiga kebijakan utama Kementan dalam menghadapi ancaman Covid-19 yakni mencukupi bahan pokok, tetap mendukung laju perekonomian melalui ekspor, dan terus melakukan sosialisasi ke petani dan petugas lapangan terkait pencegahan Covid-19 bagi diri sendiri, keluarga dan komunitas petani.

Thomas juga mengatakan, Wilmar sudah berkomitmen untuk mendukung program Kementan dalam menghadapi ancaman Covid-19. "Tentu, ke depan kami siap untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan operasional di lapangan, seperti operasi pasar dan pasar murah," pungkas Thomas.

Wilmar merupakan salah satu produsen terbesar industri minyak goreng di Indonesia. Wilmar dikenal dengan berbagai macam produk minyak gorengnya antara lain Sania Royale, Sania, Sovia, dan Fortune.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top