Wilmar-Kementan Jaga Pasokan Pangan di 34 Provinsi

Minggu, 22 Maret 2020 - 14:55 WIB
Wilmar-Kementan Jaga...
Wilmar-Kementan Jaga Pasokan Pangan di 34 Provinsi
A A A
JAKARTA - satu produsen terbesar minyak goreng di Indonesia, Wilmar, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai stabilisasi Ketersediaan pasokan dan harga minyak goreng dalam menghadapi Covid-19.

Penandatanganan dilakukan oleh Kuasa Direksi PT Wilmar Nabati Indonesia Thomas Tonny Muksim dan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan mewakili Menteri Pertanian Kasdi Subagyono di auditorium gedung D Kementerian Pertanian.

Kuasa Direksi PT Wilmar Nabati Indonesia Thomas Tonny Muksim mengatakan Wilmar memandang perlu untuk berkontribusi dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, khususnya untuk minyak goreng. Apalagi, kondisi Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman virus Covid-19 juga suasana jelang bulan Ramadan dan Lebaran, dimana permintaan akan minyak goreng pasti trennya meningkat.

"Ini merupakan tugas bersama untuk kami sebagai pengusaha minyak goreng, untuk turut berperan dalam menjaga kepentingan bangsa dalam menghadapi Covid-19 dengan menjaga pasokan dan stabilsasi harga minyak goreng," kata Thomas melalui siaran pers, Minggu (22/3/2020).

Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono menyambut baik komitmen pengusaha untuk turut menjaga stabilitas pasokan pangan. "Pagi ini kita buat kesepakatan bersama untuk jaminan ketersedian dan stabilisasi harga bahan pokok," pungkas Kasdi.

Menurut Thomas, Wilmar berkomitmen untuk menjaga pasokan dan harga pangan di 34 provinsi, untuk atasi Covid-19 dan juga Lebaran. Komoditas pangan yang diutamakan pemantauan pasokan dan harganya antara lain beras, jagung, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai, bawang putih, ayam, telur, dan sapi.

Kehadiran Wilmar merupakan bentuk dukungan kepada tiga kebijakan utama Kementan dalam menghadapi ancaman Covid-19 yakni mencukupi bahan pokok, tetap mendukung laju perekonomian melalui ekspor, dan terus melakukan sosialisasi ke petani dan petugas lapangan terkait pencegahan Covid-19 bagi diri sendiri, keluarga dan komunitas petani.

Thomas juga mengatakan, Wilmar sudah berkomitmen untuk mendukung program Kementan dalam menghadapi ancaman Covid-19. "Tentu, ke depan kami siap untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan operasional di lapangan, seperti operasi pasar dan pasar murah," pungkas Thomas.

Wilmar merupakan salah satu produsen terbesar industri minyak goreng di Indonesia. Wilmar dikenal dengan berbagai macam produk minyak gorengnya antara lain Sania Royale, Sania, Sovia, dan Fortune.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Jumlah Kasus COVID-19...
Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia, 21-24 Juni 2021
Perangi Covid-19, Pemkot...
Perangi Covid-19, Pemkot Bogor Gandeng Kementan Uji Spesimen
Kasus Covid-19 Meningkat,...
Kasus Covid-19 Meningkat, Indonesia Disebut Jadi Episentrum Baru Virus Corona
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Para Ilmuwan Prediksi...
Para Ilmuwan Prediksi Pandemi COVID-19 Indonesia Berakhir 6 Juni
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
6 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
6 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
7 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
7 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
7 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved