alexametrics

Dampak Virus Corona, Penjualan Tekstil Turun Tajam

loading...
A+ A-
JAKARTA - Wabah virus corona yang terus meluas ikut menginfeksi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Tanah Air. Dalam 10 hari terkahir, penjualan di sektor industri tekstil langsung anjlok tajam.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, tren perbaikan seketika berbalik ketika wabah virus corona (Covid-19) ini masuk. Bahkan, ada beberapa permintaan yang terpaksa harus dibatalkan akibat pandemik corona ini.

"Tren perbaikan tersebut berbalik drastis dalam 10 hari terakhir. Permintaan menurun dengan sangat tajam. Bahkan, sejumlah komitmen permintaan yang sudah berjalan ditunda, bahkan dibatalkan," ujarnya dalam teleconference, Senin (23/3/2020).



Menurut Jemmy, peristiwa yang terjadi saat ini memang sebuah fenomena yang datang tiba-tiba. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja tapi juga di beberapa negara lain di dunia.

Kendati demikian, lanjut dia, perlu ada upaya yang diambil oleh pemerintah agar dampaknya tidak jatuh terlalu dalam. Sebab, jika terus berlanjut tentunya hal tersebut menjadi kabar buruk bagi para pelaku industri.

Selain itu, anjloknya penjualan ini bakal berdampak pada produktivitas dari industri itu sendiri. Jika sudah terganggu, kata dia, maka ekonomi negara secara keseluruhan pun akan terkena imbasnya.

"Fenomena yang terjadi serentak dan dalam skala besar ini akan memberi dampak yang tidak menggembirakan terhadap utilisasi industri secara ekstrim dan secara simultan akan berdampak pada produktivitas dan siklus ekonomi TPT," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top