Ekonom: Belanja Kesehatan Bisa Jadi Lokomotif Ekonomi di Tengah Wabah

Rabu, 25 Maret 2020 - 09:57 WIB
Ekonom: Belanja Kesehatan...
Ekonom: Belanja Kesehatan Bisa Jadi Lokomotif Ekonomi di Tengah Wabah
A A A
JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dradjad H Wibowo menyebutkan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 terkait realokasi anggaran untuk penanganan corona sudah tepat. Hanya saja ia mengingatkan, alokasi anggaran itu harus tepat sasaran.

"Sasaran pertama, alat-alat kesehatan seperti media ventilator, ruang isolasi, APD (Alat Pelindung Diri), dan seterusnya. Itu harus ada alokasi dana cukup besar ke sana," jelas Dradjad di Jakarta, Selasa, (24/3/2020).

Ia melanjutkan, di tengah ancaman wabah seperti ini, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi yakni lewat belanja kesehatan masyarakat secara besar-besaran. "Ini bisa jadi kompensasi penurunan ekonomi yang terjadi di berbagai sektor termasuk pariwisata, tranportasi, dan lainnya," katanya.

Dradjad menambahkan, belanja kesehatan tersebut harus dihitung sekaligus dibuat modelnya, supaya tahu berapa banyak yang dibutuhkan. "Jika belanja dilakukan untuk perkuat sektor rumah sakit dan puskesmas, itu akan ada tetesan belanja yang meningkatkan demand, produksi alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer pun ikut kuat," jelasnya.

Maka, ia menyarankan agar medical spending atau healthy spending bisa menjadi lokomotif ekonomi. Dengan begitu perekonomian nasional dapat diselamatkan. Dradjad pun menegaskan, perekonomian bisa diselamatkan, jika wabahnya dicegah supaya tidak sampai meledak.

"Banyak kalangan katakan ekonomi harus segera diselamatkan, karena itu kita nggak perlu lakukan tindakan kesehatan masyarakat yang restruktif. Sebagai ekonom, saya anggap pernyataan keliru, coba lihat di China, Iran, dan Italia. Perekonomian di berbagai daerah mereka yang terjangkit wabah otomatis berhenti," tuturnya.

Maka, lanjut dia, pelajaran yang bisa diambil dari ketiga negara itu adalah, jika wabah gagal dicegah, ekonomi akan berhenti, atau tetap bergerak namun jauh berkurang. "Sehingga tidak ada lagi sisi ekonomi yang bisa diselamatkan," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
New Normal, Puan: Kesehatan...
New Normal, Puan: Kesehatan dan Ekonomi Harus Diperkuat Bersamaan
Mendagri: Negara Berusaha...
Mendagri: Negara Berusaha Menyelamatkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi
Dampak Covid, BI Prediksi...
Dampak Covid, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sumut Triwulan II Cuma 1,3 Persen
Sembuh Covid-19, Virus...
Sembuh Covid-19, Virus Corona Dapat Bertahan di Mata
Ekonom Ramal Penurunan...
Ekonom Ramal Penurunan Kegiatan Usaha Akan Berlanjut di Kuartal II
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
7 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
7 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
9 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
11 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
12 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
12 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved