MPBI Bagikan 20.000 Hand Sanitizer di Basis-basis Buruh

Kamis, 26 Maret 2020 - 14:00 WIB
MPBI Bagikan 20.000...
MPBI Bagikan 20.000 Hand Sanitizer di Basis-basis Buruh
A A A
JAKARTA - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyalurkan bantuan berupa 20.000 hand sanitizer kepada para buruh di basis-basis buruh di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan mewabahnya virus corona (Covid-19).

MPBI merupakan gabungan tiga konfederasi besar buruh yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea. Kemudian, diserahkan ke Sekjen KSPI Ramidi, Deputi Presiden Bidang Konsolidasi KSBSI Surnadi dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang KSPSI Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi di Jakarta, Rabu (25/3) lalu.

Andi Gani mengatakan, pembagian hand sanitizer kepada buruh ini memberikan contoh semangat kegotongroyongan bagi masyarakat. Menurutnya, di tengah kesulitan menolak Omnibus Law Cipta Kerja, buruh tetap semangat untuk ikut berjibaku bersama masyarakat dan rakyat Indonesia melawan virus corona.

"Kalau buruh saja bisa melakukan semangat sosialnya, perusahaan-perusahaan besar diharapkan ikut tergerak untuk saling membantu di tengah kondisi bangsa yang sulit ini akibat virus corona," katanya melalui siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Andi Gani menjelaskan, pembagian hand sanitizer ini juga dilakukan dengan cara door to door ke rumah. Jadi, tidak membuat perkumpulan massa dalam jumlah besar. Sekaligus menjalankan imbauan pemerintah untuk social distancing (jaga jarak). "Kita bagikan ini ke daerah basis-basis buruh biasa bekerja. Diantaranya Jabodetabek, Karawang, Bandung Raya, Batam dan Jawa Timur," tuturnya.

Selain itu, lanjut Andi Gani, MPBI juga sedang menyiapkan tenda penyemprotan disinfektan secara otomatis. Setiap tamu dianjurkan masuk ke tenda dan melakukan gerakan memutar di depan mesin pengembun (humidier) yang berisi cairan disinfektan di tiap-tiap kantor konfederasi buruh. "Mulai Minggu depan akan terpasang di kantor KSPSI, KSPI dan KSBSI yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat," ucapnya.

Terkait insentif yang diberikan pemerintah kepada para pekerja dampak corona, Sekjen KSPI Ramidi mengatakan, insentif yang diberikan belum terlalu menyentuh nasib buruh. Terutama perusahaan yang meliburkan sementara karyawannya, tidak membayar upah secara penuh.

"Kami juga mendesak pemerintah dengan memberlakukan work from home bagi pekerja agar upahnya dibayar penuh enggak dipotong," tegasnya.

Deputi Presiden Bidang Konsolidasi KSBSI Surnadi mengatakan, insentif belum menyentuh ke sektor pekerja formal. Banyak yang hanya ke sektor informal seperti ojek, nelayan, dan buruh informal. Sejauh ini, buruh formal hanya menerima surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan.

"Insentif belum disampaikan secara menyeluruh, ini yang harus jadi perhatian besar. Karena, perusahaan dan pabrik-pabrik juga mengalami kelesuan," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
164 Pekerja Migran Indonesia...
164 Pekerja Migran Indonesia Pulang dari Kuwait Melalui Program Amnesti
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Desa Siapkan Karantina untuk 34 Ribu Pekerja Migran
Pemerintah Diminta Lebih...
Pemerintah Diminta Lebih Perhatikan Nasib Pekerja Migran Indonesia
Upaya BP2MI Jamin Kepulangan...
Upaya BP2MI Jamin Kepulangan Pekerja Migran Indonesia ke Kampung Halaman
Terkait New Normal,...
Terkait New Normal, KSPI Minta Ada Pengaturan Masuk Kerja Secara Bergilir
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved