Bank Dunia Rekomendasikan 'Vaksin' Paling Efektif Lawan Virus Corona

Selasa, 31 Maret 2020 - 13:01 WIB
Bank Dunia Rekomendasikan...
Bank Dunia Rekomendasikan 'Vaksin' Paling Efektif Lawan Virus Corona
A A A
WASHINGTON - Bank Dunia merekomendasikan beberapa langkah dan kebijakan sehingga bisa menjadi 'vaksin' paling efektif bagi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik dalam menghadapi ancaman virus corona atau Covid-19. Kabar baiknya kawasan ini diyakini memiliki ketahanan dan potensi kemampuan untuk melewati krisis.

Hanya saja terang Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa, negara-negara tersebut harus bertindak cepat dan pada skala yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. "Di antara tindakan yang direkomendasikan laporan ini adalah investasi mendesak dalam kapasitas perawatan kesehatan nasional dan kesiapan jangka panjang," tambahnya.

(Baca Juga: Hadapi Potensi Resesi, Bank Dunia: Negara Asia Timur dan Pasifik Harus Bertindak )

Dalam laporan ekonomi regional di kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi April 2020, Bank Dunia juga menyarankan untuk mengambil pandangan terintegrasi tentang kebijakan penanggulangan pandemi ini dan ekonomi makro. Langkah-langkah fiskal yang ditargetkan, seperti subsidi untuk membiayai yang sakit dan perawatan kesehatan akan membantu penanggulangan COVID-19.

Ditambah memastikan bahwa kerugian sementara dalam bidang ekonomi tidak berubah menjadi kerugian jangka panjang dalam bentuk modal sumber daya manusia.

"Selain aksi nasional yang berani, kerja sama internasional yang lebih dalam bisa menjadi vaksin yang paling efektif untuk melawan ancaman ini. Negara-negara di Asia Timur dan Pasifik serta di tempat lain harus melawan penyakit ini bersama-sama, menjaga perdagangan tetap terbuka dan mengoordinasikan kebijakan ekonomi makro," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo.

(Baca Juga: Awas Imbas Corona, Penduduk Miskin di Asia Timur dan Pasifik Naik 11 Juta Orang )

Laporan Bank Dunia juga menyerukan kerja sama internasional dan kemitraan lintas-batas antara pemerintah dan swasta untuk meningkatkan produksi dan pasokan. Ditambah serta layanan medis utama dalam menghadapi pandemi, dan untuk memastikan stabilitas keuangan setelahnya.

Hal lain yang juga penting, kebijakan perdagangan harus tetap terbuka sehingga pasokan medis dan lainnya tersedia untuk semua negara, serta untuk memfasilitasi pemulihan ekonomi yang cepat di kawasan.

Rekomendasi kebijakan lain adalah melonggarkan kredit untuk membantu rumah tangga memperlancar konsumsi mereka dan membantu perusahaan bertahan dari goncangan yang sedang terjadi. Namun, mengingat potensi krisis yang berkepanjangan, laporan tersebut menekankan perlunya menggabungkan langkah-langkah di bawah pengawasan regulasi.

Terutama karena banyak negara di kawasan telah menanggung beban utang perusahaan dan rumah tangga yang tinggi. Untuk negara-negara lebih miskin, keringanan utang akan sangat penting, sehingga sumber daya penting dapat difokuskan pada pengelolaan dampak ekonomi dan kesehatan dari pandemi.

Kelompok Bank Dunia meluncurkan paket bantuan jalur cepat (fast track package) sebesar USD14 miliar untuk memperkuat tanggapan Covid-19 di negara-negara berkembang dan mempersingkat waktu pemulihan. Tanggapan langsung dari Kelompok Bank Dunia termasuk pembiayaan, saran kebijakan dan bantuan teknis untuk membantu negara-negara mengatasi dampak pandemi terhadap kesehatan dan ekonomi.

IFC menyediakan USD8 miliar dalam pembiayaan untuk membantu perusahaan swasta yang terkena dampak pandemi dan mempertahankan pekerja. IBRD dan IDA menyediakan USD6 miliar pada tahap awal untuk tanggapan kesehatan.

Karena negara-negara membutuhkan dukungan yang lebih luas, Kelompok Bank Dunia akan mengerahkan hingga USD160 miliar selama 15 bulan untuk melindungi kaum miskin dan rentan, mendukung sektor usaha, dan mendukung pemulihan ekonomi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terpapar Virus Corona,...
Terpapar Virus Corona, PM Selandia Baru Jalani Isolasi Mandiri
Kasus Infeksi Virus...
Kasus Infeksi Virus Corona di Asia Capai 250 Ribu
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Korban Covid-19 Menurun,...
Korban Covid-19 Menurun, Negara di Asia Tenggara Perlonggar Lockdown
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
Kenaikan Kasus Covid-19...
Kenaikan Kasus Covid-19 Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara
Berita Terkini
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
22 menit yang lalu
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
46 menit yang lalu
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
1 jam yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
3 jam yang lalu
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved