alexametrics

Bekerja dari Rumah, Beban Listrik DKI Jakarta Turun 19%

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya melaporkan bahwa kondisi beban listrik wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan akibat kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH). Hal ini seiring imbauan pemerintah, untuk membatasi aktivitas sosial atau sosial distancing dan kegiatan bekerja dari rumah.

(Baca Juga: Penjualan Listrik PLN Diprediksi Turun 1,2 Persen Tahun Ini)

Berdasarkan laporan PLN Disjaya terhitung sampai 23 Maret 2020 beban pemakaian listrik di wilayah DKI Jakarta mencapai 4.103 megawatt (MW) mengalami penurunan dibandingkan realisasi pada 9 Maret 2020 mencapai 5.047 MW. Penurunan beban pemakaian listrik tersebut mencapai 19% atau sebesar 944 MW.



"Penurunan pemakaian listrik tersebut disebabkan karena banyak golongan bisnis hingga gedung-gedung pemerintahan yang sudah menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH). Itu menjadi salah satu pemicu turunnya beban listrik di DKI Jakarta," ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) Ikhsan Asaad, di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Menurut dia kendati terjadi penurunan pemakaian beban listrik oleh konsumen, PLN Disjaya tetap menjaga keandalan listrik guna mencukupi kebutuhan selama masyarakat berkegiatan dari rumah. "PLN terus menjaga keandalan pasokan listrik sehingga masyarakat dapat menjalankan WFH dengan nyaman," kata dia.

Sementara itu sebelumnya PT PLN (Persero) memproyeksikan penjualan listrik perseroan tahun ini akan mengalami penurunan apabila wabah virus corona berlangsung cukup lama. Berdasarkan laporan perseroan penurunan penjualan listrik diprediksi mencapai 0,6% sampai 1,2% sepanjang tahun ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top