alexametrics

Penumpang Ferry Kini Wajib Beli Tiket via Online

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mewajibkan seluruh pengguna jasa penyeberangan agar membeli tiket via online. Hal ini menyusul kebijakan Pemerintah terkait penerapan e-ticketing kapal penumpang di pelabuhan yang mulai berlaku penuh pada 1 Mei 2020, khususnya di 4 pelabuhan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, penjualan tiket via online merupakan bagian dari upaya digitalisasi yang dilakukan perusahaan serta peningkatan layanan kepada pengguna jasa yang memberikan kemudahan dalam membeli tiket.

Terlebih lagi, pemberlakuan penjualan tiket secara onlinen ini sangat relevan dengan arahan Pemerintah dalam pengendalian penyebaran Covid-19



"Menerapkan physical distancing dengan membeli tiket ferry secara online maka akan meminimalisasi interaksi baik antar pengguna jasa maupun dengan petugas loket yang berada di terminal atau pelabuhan," kata Ira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Penerapan e-ticketing yang diberi nama Ferizy ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, penumpang dapat mengatur waktu keberangkatan sesuai jadwal kapal sehingga perjalanan makin efisien dan nyaman karena antrian lebih tertib.

Kedua, kapasitas pelabuhan menjadi lebih terkendali karena terdistribusi dengan baik karena terdapat kuota tiap jamnya, sehingga waktu tunggu di pelabuhan menjadi lebih terukur. Terakhir, pencatatan manifest untuk data asuransi yang menjadi hak pengguna jasa semakin akurat.

Dalam layanan pembayaran e-ticketing, ASDP juga telah menambah kanal pembayaran, dimana tidak hanya melalui transfer bank, tetapi juga dengan Finpay code seperti membayar telepon serta melalui gerai retail modern. Dan untuk memesan tiketnya di penumpang bisa mengakses www.ferizy.com.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top