Krisis Covid-19, IMF Didesak Batalkan Pembayaran Utang Negara Miskin

Kamis, 09 April 2020 - 11:13 WIB
Krisis Covid-19, IMF...
Krisis Covid-19, IMF Didesak Batalkan Pembayaran Utang Negara Miskin
A A A
LONDON - Hampir 140 kelompok advokasi dan lembaga amal menyerukan Dana Moneter Internasional ( IMF ) dan Bank Dunia, pemerintahan G-20, serta kreditur swasta, untuk membantu negara miskin selama krisis virus corona . Mereka menyerukan pembatalan pembayaran utang bagi negara miskin.

Seruan itu dipimpin oleh Jubilee Debt Campaign, lembaga advokasi asal Inggris, sebelum para pemimpin G-20 menggelar pertemuan untuk merespons krisis global virus korona bagi negara berkembang. Mereka menyerukan pembatalan pembayaran utang 69 negara miskin sepanjang tahun ini. Itu termasuk kreditur swasta yang diperkirakan akan membebaskan USD25 miliar bagi negara-negara tersebut dan bisa mencapai USD50 miliar jika diperpanjang hingga 2021.

Seruan pembatalan utang atau bantuan keuangan tambahan juga dengan bebas prasyarat seperti penghematan. Untuk negara anggota G-20 juga disarankan mendukung aturan darurat untuk mencegah negara miskin digugat oleh kreditur swasta. (Baca: IMF Nyatakan Pandemi Corona Berubah Menjadi Krisis Ekonomi)

“Negara berkembang diguncang kuat ketidakstabilan ekonomi dan pada saat yang sama perlunya darurat kesehatan,” kata Direktur Jubilee Debt Campaign, Sarah-Jayne Clifton, dilansir Reuters.

Hal senada diungkapkan Menteri Keuangan Ghana Ken Ofori-Atta, yang meminta Komite Pembangunan bagi IMF dan Bank Dunia. Dia menyebutkan, China sebagai kreditur terbesar di Afrika, harus menahan diri untuk tidak menagih pembayaran utang.

Sebagian besar pemerintahan dan institusi telah meminta langkah serupa berupa penghapusan utang ataupun penjadwalan pembayaran utang. IMF telah menyediakan USD50 miliar untuk pembayaran dana darurat dan lebih dari 90 negara meminta bantuan kepada IMF. Mereka juga mengubah Catastrophe Containment and Relief Trust (CCRT) untuk memudahkan negara miskin mendapatkan bantuan dan layanan utang IMF, meskipun mereka tidak memiliki kasus wabah korona.

Bank Dunia juga menyepakati dana darurat senilai USD14 miliar sebagai paket respons Covid-19. Mereka menyediakan dana senilai USD160 miliar dalam waktu 15 bulan mendatang.

Baik IMF maupun Bank Dunia juga telah menekankan kerja sama dengan kreditur bilateral untuk mengizinkan negara berpendapatan rendah untuk menunda pembayaran utang selama 14 bulan sejak awal Mei.

China sebagai kreditur besar, sedang mempertimbangkan proposal tersebut. Beijing menyatakan siap bekerja sama berbasis kerja sama militer dengan negara miskin. “Mungkin penundaan pembayaran utang akan disepakati,” kata seorang pejabat China kepada Reuters.

Pesan dari lembaga advokasi dan amal juga didukung negara-negara Afrika. Etiopia mengungkapkan, proposal telah diajukan menjelang pertemuan G-20, di mana Afrika sendiri membutuhkan bantuan senilai USD150 miliar.

“Sekitar 69 negara berpendapatan rendah membicarakan hal itu. Sedikitnya 45 negara meminta bantuan dana darurat yang didapatkan pada 2020,” ujar Mark Perera, manajer kebijakan European Network on Debt and Development, salah satu lembaga advokasi. Utang untuk darurat telah disediakan sebelumnya untuk membantu negara miskin, tetapi dinamikanya terus berubah. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Covid-19 di DKI Jakarta...
Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat, Iklim Pancaroba jadi Salah Satu Penyebabnya
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Bertambah 24 ribu, Kasus...
Bertambah 24 ribu, Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Sepekan
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Jumlah Kasus COVID-19...
Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia, 21-24 Juni 2021
Berita Terkini
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
1 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
4 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
4 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
4 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
4 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Utang Terbanyak kepada IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved