IMF Nyatakan Pandemi Corona Sudah Berubah Jadi Krisis Ekonomi

Minggu, 29 Maret 2020 - 08:11 WIB
IMF Nyatakan Pandemi...
IMF Nyatakan Pandemi Corona Sudah Berubah Jadi Krisis Ekonomi
A A A
JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional menyatakan pandemi virus corona (Covid-19) yang menyerang secara global, telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan global.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan, banyak negara yang menghentikan kegiatan ekonomi secara mendadak sehingga perekonomian dunia pun akan terkontraksi di 2020 ini. "Kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana pandemi kesehatan global telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan," kata Georgieva dalam keterangan resmi.

Dia menerangkan, krisis membuat negara-negara anggota IMF mengambil beragam tindakan untuk menyelamatkan warganya sekaligus melindungi kegiatan ekonomi. Gejolak ekonomi global menciptakan kebutuhan kritis untuk mendukung keanggotaan IMF, termasuk dukungan neraca pembayaran yang luar biasa bagi anggota termiskin terutama yang terkena dampak pandemi.

"Dukungan yang ditargetkan dengan baik akan memungkinkan negara-negara ini untuk memprioritaskan pengeluaran medis dan yang berhubungan dengan kesehatan serta kebutuhan mendesak lainnya dalam lingkungan ekonomi yang menantang. Ditandai dengan penurunan tajam dalam pendapatan, kehilangan pendapatan dan pengeluaran yang lebih tinggi," ujar Kristalina.

Sambung dia menerangkan, menyetujui perubahan yang memperluas kriteria kualifikasi untuk mencakup dengan lebih baik keadaan yang diciptakan oleh pandemi global dan untuk fokus dalam memberikan dukungan terhadap kebutuhan yang paling mendesak.

Secara khusus, keputusan tersebut akan memungkinkan semua negara anggota dengan pendapatan per kapita di bawah ambang operasional Bank Dunia untuk dukungan konsesi memenuhi syarat untuk bantuan layanan utang hingga dua tahun.

"Ini akan berlaku ketika pandemi global yang mengancam jiwa menimbulkan gangguan ekonomi parah di seluruh keanggotaan IMF dan menciptakan kebutuhan pembayaran dalam skala sedemikian untuk menjamin upaya internasional bersama untuk mendukung negara-negara termiskin dan paling rentan," katanya.

IMF juga telah melakukan penggalangan dana yang menyediakan sekitar USD1 miliar untuk pandemi saat ini. Dia pun telah meminta negara-negara anggota IMF yang secara ekonomi lebih kuat untuk membantu mengisi kembali dana tersebut, yang hanya memiliki USD 200 juta yang tersedia untuk negara-negara termiskin di dunia.

Salah satunya Inggris telah menanggapi dengan janji untuk £ 150 juta (USD183 juta). Donor lain, termasuk Jepang dan China, juga memberikan kontribusi penting.

"IMF dapat memberikan keringanan layanan utang atas kewajiban utang IMF kepada lebih banyak anggota termiskin dan paling rentan. Ini akan membantu mereka untuk menyalurkan lebih banyak sumber daya keuangan mereka ke berbagai upaya darurat medis dan bantuan darurat lainnya," tandasnya.

IMF siap mengucurkan dana dengan alokasi USD1 triliun untuk mendukung negara-negara anggotanya melawan virus corona (Covid-19). Hal ini termasuk dalam kebijakan kuat dan terkoordinasi di tingkat multilateral yang disinyalir merupakan salah satu kunci menyelesaikan krisis global secara efektif.

IMF juga telah mengambil tindakan untuk memberikan bantuan pembayaran utang bagi anggota-anggota yang membutuhkan. Dua diantaranya dengan meningkatkan akses ke fasilitas darurat seperti fasilitas kredit cepat dan instrumen pembiayaan cepat.

Selain itu, IMF juga menyiapkan opsi lain untuk negara berkembang, seperti mengalokasikan Special Drawing Right (SDR) atau aset cadangan mata uang asing. Nantinya, IMF akan mengeksplorasi opsi tambahan lain guna membantu negara yang kekurangan valuta asing.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Wabah Covid-19,...
Dampak Wabah Covid-19, Solusi Global Diperlukan Atasi Krisis 2020
Dampak Krisis Corona,...
Dampak Krisis Corona, Dunia Terancam Kelaparan
Krisis Makam Bikin Muslim...
Krisis Makam Bikin Muslim Prancis Frustrasi di Tengah Pandemi COVID-19
Kasus Virus Corona Tembus...
Kasus Virus Corona Tembus 5 Juta, India Krisis Tabung Oksigen
Fungsi Media dan Metode...
Fungsi Media dan Metode Komunikasi Krisis
Pandemi Covid-19 Hadirkan...
Pandemi Covid-19 Hadirkan Ancaman Krisis Pangan di Lebanon
Berita Terkini
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
13 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
44 menit yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
1 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
1 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
2 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
3 jam yang lalu
Infografis
Program Makan Siang...
Program Makan Siang Gratis Berubah Jadi Makan Bergizi Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved