Kejar 30 juta ton, SMGR optimalkan 2 pabrik baru
Kamis, 05 Januari 2012 - 19:22 WIB
Kejar 30 juta ton, SMGR optimalkan 2 pabrik baru
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan kapasitas produksi semen perseroan sebesar 30 juta ton hingga 2015 mendatang. Sementara itu, menghadapi pertumbuhan konsumsi semen 2012, perseroan telah diproyeksikan akan mengalami naik tujuh persen menjadi 48,15 juta ton dari 45 juta ton pada 2011.
"Hal ini diwujudkan dengan selesainya kedua pabrik perseroan dengan kapasitas produksi naik menjadi 25,2 juta ton semen per tahun," ujar Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/1/2012).
Tahun ini, perseroan telah menyelesaikan pembangunan dua pabrik baru dengan kapasitas masing-masing 2,5 juta ton semen per tahun yaitu Pabrik Tuban IV dan Tonasa V. "Pabrik Tuban IV diperkirakan beroperasi pada triwulan I-2012 sedangkan Tonasa V akan beroperasi sekira triwulan II-2012," jelasnya.
Sementara itu, mengakhiri 2011 perseroan menunjukkan kinerja menggembirakan. Selama periode Januari-Desember 2011, produksi diperkirakan 19,8 juta ton semen.
Jumlah tersebut meningkat sekira 10 persen dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penjualan sekira 19,6 juta ton atau naik sekira sembilan persen dibanding tahun lalu.
Tak hanya memperhatikan soal kapasitas produksi, SMGR juga memperhatikan kualitas dengan meakukan inovasi untuk meminamalis dampak negatif terhadap lingkungan.
Melalui inovasi teknologi yang dilakukan, perseroan berhasil meraih Penghargaan Rintisan Teknologi (RINTEK) 2011 dan Penghargaan Industri Hijau.
Judul inovasi yang diangkat pada ajang ini adalah "Dust Return sebagai material baru untuk pengembangan produk dengan Teknik By Pass Process di Pabrik Tuban".
"Untuk itu perseroan secara terus menerus mengembangkan inovasi disegala bidang, baik dalam teknologi bahan/material, alternatif fuel, alternatif raw material, teknologi informasi dan teknologi proses," kata Dwi.
Inovasi tersebut telah diimplementasikan sejak 2008 di Pabrik Tuban. Keunggulan inovasi tersebut yakni pemanfaatan material waste yang tadinya mengganggu proses, kemudian dijadikan produk tanpa menurunkan kualitas dari produk itu sendiri.
Penghargaan RINTEK diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian ini merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah yang diberikan kepada industri yang telah secara luar biasa menghasilkan perekayasaan dan invensi dan atau inovasi teknologi. (ank)
"Hal ini diwujudkan dengan selesainya kedua pabrik perseroan dengan kapasitas produksi naik menjadi 25,2 juta ton semen per tahun," ujar Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/1/2012).
Tahun ini, perseroan telah menyelesaikan pembangunan dua pabrik baru dengan kapasitas masing-masing 2,5 juta ton semen per tahun yaitu Pabrik Tuban IV dan Tonasa V. "Pabrik Tuban IV diperkirakan beroperasi pada triwulan I-2012 sedangkan Tonasa V akan beroperasi sekira triwulan II-2012," jelasnya.
Sementara itu, mengakhiri 2011 perseroan menunjukkan kinerja menggembirakan. Selama periode Januari-Desember 2011, produksi diperkirakan 19,8 juta ton semen.
Jumlah tersebut meningkat sekira 10 persen dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penjualan sekira 19,6 juta ton atau naik sekira sembilan persen dibanding tahun lalu.
Tak hanya memperhatikan soal kapasitas produksi, SMGR juga memperhatikan kualitas dengan meakukan inovasi untuk meminamalis dampak negatif terhadap lingkungan.
Melalui inovasi teknologi yang dilakukan, perseroan berhasil meraih Penghargaan Rintisan Teknologi (RINTEK) 2011 dan Penghargaan Industri Hijau.
Judul inovasi yang diangkat pada ajang ini adalah "Dust Return sebagai material baru untuk pengembangan produk dengan Teknik By Pass Process di Pabrik Tuban".
"Untuk itu perseroan secara terus menerus mengembangkan inovasi disegala bidang, baik dalam teknologi bahan/material, alternatif fuel, alternatif raw material, teknologi informasi dan teknologi proses," kata Dwi.
Inovasi tersebut telah diimplementasikan sejak 2008 di Pabrik Tuban. Keunggulan inovasi tersebut yakni pemanfaatan material waste yang tadinya mengganggu proses, kemudian dijadikan produk tanpa menurunkan kualitas dari produk itu sendiri.
Penghargaan RINTEK diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian ini merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah yang diberikan kepada industri yang telah secara luar biasa menghasilkan perekayasaan dan invensi dan atau inovasi teknologi. (ank)
()