Keberadaan minimarket jadi ancaman serius

Senin, 09 Januari 2012 - 10:45 WIB
Keberadaan minimarket...
Keberadaan minimarket jadi ancaman serius
A A A
Sindonews.com - Para pedagang di pasar tradisional Kabupaten Purwakarta semakin terancam dengan semakin menjamurnya jumlah minimarket seiring dengan semakin mudahnya mengeluarkan izin usaha waralaba.

Ketua Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Simpang Ahmad Fahyudin mengatakan, longgarnya perizinan usaha waralaba membuat pemerintah tidak melindungi pedagang pasar tradisional.

Padahal, keberadaan minimarket ini sudah menjadi ancaman serius. “Kami melihat ada kelonggaran pemberian izin di Purwakarta sehingga usaha waralaba tumbuh jamur. Kondisi ini seharusnya mendapat perhatian serius,” kata Ahmad, di Purwakarta kemarin.

Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Purwakarta Tatang menjelaskan, menjamurnya bisnis waralaba karena belum ada regulasi berupa payung hukum tentang pembatasan kuota usaha waralaba.

“Tahun ini kita mengeluarkan 19 izin waralaba. Kalau mau tertib, segera keluarkan Perda,” kata Tatang.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved