Kalau sukses, pembatasan BBM bisa hemat 6,21 juta kl

Senin, 16 Januari 2012 - 17:03 WIB
Kalau sukses, pembatasan...
Kalau sukses, pembatasan BBM bisa hemat 6,21 juta kl
A A A
Sindonews.com - Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan dengan program pembatasan BBM yang sudah diamanatkan undang-undang bisa dilakukan penghematan sebesar hingga 6,21 juta kilo liter (kl). Namun angka tersebut bisa diasumsikan jika program tersebut berlangsung sukes 100 persen.

Adapun pembatasan BBM bersubsidi ini mencakup kendaraan mobil dinas, mobil pribadi, dan taksi eksekutif memakai BBM nonsubsidi. Sedangkan kendaraan angkutan umum termasuk UMKM plat kuning, roda dua dan tiga, serta taksi boleh memakai BBM subsidi.

Dukungan atas langkah pemerintah ini memperoleh dukungan dari anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Satya W. Yudha. "Program pembatasan ini harus dijalankan karena sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan, jadi apapun alasannya undang-undang ini harus segera dijalankan," tegasnya.

Menurutnya jika nanti dalam perjalanan program tersebut ada perubahan maka harus direvisi sesuai dengan mekanismenya jadi tidak perlu dibahas lebih lanjut. "Karena itu pemerintah harus didorong untuk menjalankan amanat undang-undang," ungkapnya.

Sedangkan hal yang berbeda diungkapkan dari Anggota DPR RI Komisi VII Effendi Simbolon yang membantah undang-undang tersebut telah ditetapkan karena pembuatan undang-undang tersebut sangat cacat yang berarti ilegal.

"Memang diamanatkan undang-undang selalu kita dibawa anda harus patut ke amanat UU tetapi lahir dari proses yang cacat maka nanti dulu. Kalau caranya kayak gini saya akan gugat ini. Siapapun dia, mana mungkin pasal demi pasal ada di UU apalagi BBM ini tanpa proses maka saya bilang ini ilegal agar pemerintah mengkaji lebih detail kebijakan ini," tegas Anggota dari Fraksi PDIP ini.

Menurut Effendi kebijakan ini sama saja memaksakan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi BBM dengan harga dua kali lipat. "Ini ada sebuah malapetaka, di negeri saya memaksakan masyarakatnya mengkonsumsi BBM dua kali lipat," tegasnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan pemerintah seharusnya menggandeng DPR dalam menetapkan segala kebijakan sehingga pengelolaan negara semakin baik.

"Harga BBM dan gas bumi dikendalikan pemerintah dengan persetujuan DPR. Tidak bisa ujug-ujug pengguna BBM bersubsidi dipaksakan pertamax. Bagaimana cara pengelolaan negara terhadap masyarakatnya, siapa yang tidak mau menggunakan pertamax, liat dengan mata hati," pungkas Effendi
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
2 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
11 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
11 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
11 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
12 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
12 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved