Pertamina EP bor 50 sumur eksploitasi

Kamis, 19 Januari 2012 - 09:25 WIB
Pertamina EP bor 50...
Pertamina EP bor 50 sumur eksploitasi
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina EP tahun ini akan melakukan pemboran sebanyak 50 sumur eksploitasi (produksi). Pemboran dilakukan agar produksi minyak dapat mencapai 134 ribu barel per hari (bph) atau lebih tinggi dari rata-rata produksi tahun 2011 yang mencapai 125 ribu bph.

Selain melakukan pengeboran sumur eksplorasi, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga akan melakukan pemboran sebanyak 25 sumur eksplorasi. “Kalau eksplorasi gunanya untuk menemukan cadangan baru.Logikanya untuk 1 barel minyak yang diproduksi, saya harus dapat cadangan 1 barel,” ujar Manajer Hubungan Masyarakat Pertamina EP Agus Amperianto di Jakarta kemarin.

Menurutnya, pemboran sumur eksploitasi/produksi,selain untuk meningkatkan produksi tahun ini, juga untuk mempertahankan rata-rata laju penurunan produksi alamiah (natural decline rate) sumursumur minyak yang dikelola Pertamina EP. “Decline kita di lapangan-lapangan tua kita sekitar 18 persen per tahun. Makanya untuk mempertahankan decline sebenarnya Pertamina sudah bagus. Tapi, kita malah ditargetkan untuk naik lagi menjadi 134 ribu bph,” kata Agus.

Tahun lalu target produksi minyak Pertamina EP sebesar 132 ribu bph,namun hingga akhir tahun rata-rata produksi harian hanya mencapai 125 ribu bph. Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mencapai target produksi sebesar 134 ribu bph tahun ini, pihaknya mengandalkan produksi dari Lapangan Sangasanga Tarakan, Bunyu di Kalimantan, dan Tambun di Bekasi, Jawa Barat.

“Rata-ratanya di Tambun itu kita harapkan bisa naik sampai 500 bph, terus Sangasanga kita harapkan mereka produksi bisa meningkat 1.000-2.000 bph. Terus di Bunyu kita harapkan bisa meningkat sampai 2.000 bph,” paparnya. Agar produksi bisa mencapai 134 ribu bph atau meningkat 7.000 bph dari realisasi 2011, pihaknya berharap proses pengeboran 50 sumur eksploitasi berjalan lancar.

Selain itu, dia juga akan melakukan pergantian terhadap pipa-pipa tua agar tidak terjadi pemberhentian produksi secara tak terencana. Dia juga menambahkan, upaya lain yang dilakukan yakni menerapkan teknologi enhanced oil recovery (EOR).
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved