Hadapi Tarif Impor AS, DPR Dorong Penguatan Industri Lokal
Sabtu, 05 April 2025 - 16:49 WIB
loading...
DPR mendorong penguatan industri lokal untuk menghadapi kebijakan tarif impor AS. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty mendorong pemerintah segera mengambil langkah cepat dan strategis untuk meminimalisir dampak negatif tarif impor baru Amerika Serikat (AS). Momentum ini dapat menjadi langkah penting memperkuat industri dalam negeri.
"Saran kami sebaiknya pemerintah fokus dengan kondisi dalam negeri, penguatan industri kita, sebab sekarang semua negara akan mencari pasar besar untuk ekspor produk mereka dan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama. Ini yang menjadi concern kita, industri kita akan makin tertekan, dan taruhannya tenaga kerja," kata Evita.
Hal itu disampaikan politisi PDI Perjuangan ini menanggapi kebijakan tarif baru yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Kamis (3/4) dengan Indonesia terkena tarif timbal balik sebesar 32%.
Baca Juga: Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS
Besaran tarif tersebut terkait dengan defisit perdagangan AS ke Indonesia yang menurut data mencapai USD14,34 miliar pada 2024. Menurut Evita, penguatan industri dalam negeri dapat dilakukan dengan konsisten meningkatkan daya saing produk lokal dengan memberikan insentif bagi industri yang terkena dampak tarif agar tetap kompetitif, meningkatkan kualitas produk ekspor, dan hilirisasi industri agar ekspor bernilai tambah tinggi. Kemudian konsisten mengembangkan substitusi impor agar ketergantungan terhadap bahan baku atau barang impor berkurang.
"Saran kami sebaiknya pemerintah fokus dengan kondisi dalam negeri, penguatan industri kita, sebab sekarang semua negara akan mencari pasar besar untuk ekspor produk mereka dan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama. Ini yang menjadi concern kita, industri kita akan makin tertekan, dan taruhannya tenaga kerja," kata Evita.
Hal itu disampaikan politisi PDI Perjuangan ini menanggapi kebijakan tarif baru yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Kamis (3/4) dengan Indonesia terkena tarif timbal balik sebesar 32%.
Baca Juga: Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS
Besaran tarif tersebut terkait dengan defisit perdagangan AS ke Indonesia yang menurut data mencapai USD14,34 miliar pada 2024. Menurut Evita, penguatan industri dalam negeri dapat dilakukan dengan konsisten meningkatkan daya saing produk lokal dengan memberikan insentif bagi industri yang terkena dampak tarif agar tetap kompetitif, meningkatkan kualitas produk ekspor, dan hilirisasi industri agar ekspor bernilai tambah tinggi. Kemudian konsisten mengembangkan substitusi impor agar ketergantungan terhadap bahan baku atau barang impor berkurang.
Lihat Juga :