Peran penyuluh pertanian harus dioptimalkan

Kamis, 19 Januari 2012 - 12:40 WIB
Peran penyuluh pertanian...
Peran penyuluh pertanian harus dioptimalkan
A A A
Sindonews.com - Terkait terjadinya surplus perdagangan komoditi pertanian nasional selama Januari-September 2011 yang mencapai USD17,02 miliar atau naik 44,20 persen dari 2010.

Sebagaimana diketahui menurut Data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian menyebutkan, hingga Agustus 2011 ekspor komoditi pertanian nasional mencapai USD25,13 miliar, sedangkan impor sebanyak USD11,08 miliar atau masih surplus USD14,05 miliar.

Sedangkan dari segi volume, ekspor komoditi pertanian mencapai 17,3 juta ton dan impor sekitar 15,86 juta ton, sehingga mengalami surplus 1,49 juta ton. Mengenai investasi pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan subsektor perkebunan, Menteri Pertanian Suswono menyatakan pada tahun lalu mencapai Rp8,3 triliun atau USD1,03 miliar.

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menyatakan pencapaian kinerja ekspor ini harus terus ditingkatkan khususnya untuk komoditi pertanian yang dihasilkan oleh kebun-kebun rakyat.

“Bahkan dengan terjadinya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian mencapai 3,07 persen yang lebih tinggi dibandingkan 2010 yang sebesar 2,86 persen. Hal ini diharapkan dapat memacu pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dengan mengoptimalkan peran para penyuluh pertanian," tambah Hermanto.

Ditambahakan dia, seputar pentingnya peran penyuluh pertanian sebagaimana terdapat di dalam UU No.16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan secara jelas dinyatakan tentang fungsi sistem penyuluhan diantaranya memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha.

Selain itu untuk mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya.

“Dengan demikian, kedepan peran dan fungsi penyuluh pertanian perlu terus ditingkatkan tidak sebatas menfasilitasi pelaksanaan program-program pemerintah. Namun lebih dari itu harus mulai dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian yaitu produk dengan kualitas tinggi yang dihasilkan dari sebuah proses yang efisien," pungkasnya.

Namun demikian, Menteri Pertanian Suswono mengakui masih ada beberapa kendala yang berdampak terhadap menurunnya permintaan impor produk-produk pertanian tertentu. Diantaranya perubahan iklim dan krisis ekonomi global.

"Adanya krisis global memang sangat berdampak terhadap permintaan produk-produk pertanian tertentu, ekspor Indonesia relatif menurun. Tetapi komoditi hortikultura impor meningkat tinggi dan tentunya berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani," tambahnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved