Pemerintah perlu subsidi bunga kredit

Senin, 30 Januari 2012 - 10:17 WIB
Pemerintah perlu subsidi...
Pemerintah perlu subsidi bunga kredit
A A A
Sindonews.com - Tingginya suku bunga untuk pinjaman modal usaha kecil dan menengah adalah wajar adanya mengingat faktor risiko yang dihadapi bank juga tinggi. Oleh karena itu pemerintah harus turun tangan, salah satunya dengan cara memberi subsidi bunga.

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Subagyo menuturkan memang bank tidak akan menurunkan suku bunga. ”Saya kira sektor usaha kecil harus ditolong. Sehingga mereka juga bisa berkembang. Pemerintah harus turun tangan mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan cara memberi subsidi bunga,” katanya.

Bunga yang dibebankan bank ke UKM harus sudah sewajarnya disubsidi. Keberadaan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim juga cukup penting untuk memberi jaminan kredit bagi pelaku UKM.

Data Jamkrida Jatim menyebutkan Jamkrida saat ini telah menjamin 6.000 debitur yang rata-rata berasal dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan perkiraan jumlah tenaga kerja 18 ribu orang.

Proyeksi penyaluran kredit ditargetkan Rp15,25 triliun, tahun 2012 naik menjadi Rp16,01 triliun. Sedangkan tahun 2013 diproyeksi penyaluran kredit mencapai Rp16,81 triliun. ”Ini menjadi salah upaya pemerintah untuk mendorong dan mengembangkan usaha kecil,” katanya.

Sementara itu Ketua Persatuan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Jawa Timur, Herman Halim mengatakan Indonesia menganut sistem ekonomi pasar bebas. Sehingga apapun harus diserahkan kepada mekanisme pasar termasuk dalam penentuan suku bunga kredit bagi usaha kecil.

Tinggi rendahnya suku bunga sangat bergantung pada hukum ekonomi. Jika permintaan lebih tinggi dari persediaan maka suku bunga akan tinggi. Jika sebaliknya, maka suku bunga akan rendah.

”Saya kira persoalan suku bunga bagi pelaku usaha seharusnya tidak menjadi kendala,” paparnya. Kendati suku bunga yang dibebankan ke pelaku UKM terbilang cukup tinggi namun pada tahun ini diprediksi dunia UMK masih tetap akan tumbuh.

Pasalnya sektor konsumsi masih tetap akan mendominasi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Properti menjadi salah satu sektor konsumsi yang akan prospektif di tahun naga air ini.

Hal ini tak lepas dari rendahnya suku bunga properti yang sudah single digit. ”Untuk sektor konsumsi saya kira akan naik sekitar 20 persen, khususnya untuk KPR (kredit kepemilikan rumah),” ujarnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
9 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
10 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
10 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
11 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
12 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
14 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved