Wali Kota Depok dukung labelisasi halal NU

Rabu, 01 Februari 2012 - 13:50 WIB
Wali Kota Depok dukung...
Wali Kota Depok dukung labelisasi halal NU
A A A


Sindonews.com – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mendukung rencana Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) untuk mencantumkan label ‘halal dan jujur’ pada produk warga Nahdliyin. Gerakan tersebut dinilai positif yang bisa memacu para produsen makanan ataupun minuman untuk lebih peduli tentang keselamatan dan kehalalal terhadap produk tersebut.

Label jujur, kata Nur Mahmudi, dapat meyakinkan konsumen bahwa label halal yang tercantum adalah benar–benar halal. “Maksudnya di produk, kenapa disebut jujur? Kalau halalnya, berarti dia harus jujur dong ngomong seperti itu, tapi intinya gerakan itu positif, bagi yang peduli terhadap makanan halal di Indonesia. Kalau saya karena saya juga orang food technologies, dan memiliki kepedulian utama tentang keselamatan, dan yang kedua tentang lakunya,” ujar Nur Mahmudi di kantornya, Rabu (1/2/2012).

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan semakin tinggi kesadaran orang Indonesia terhadap agamanya, tentu akan semakin selektif juga dalam memilih produk. “Kalau produsen kepingin laku dengan baik maka dia pun juga punya kepedulian ingin membuat informasi tentang kehalalan produk tersebut,” paparnya.

Masalah sertifikasi keagamaan, kata dia, secara internasional sifatnya adalah volunteer atau sukarela. Namun label tersebut akan efektif bagi orang–orang yang peduli.

“Seberapa penting dan jauh, ini sifatnya volunteer. Sepengetahuan saya secara internasional, sertifikasi keagamaan ini sifatnya kesadaran atau noncompulsory, bagi orang yang kepingin kontinuitas pembelian, karena semakin tidak mencantumkan label itu akan semakin rentan terjadi informasi yang berkembang,” tandasnya.

Nur Mahmudi mengklaim khusus di Depok, Pemerintah Kota selalu menjadi fasilitator pemberian sertifikasi halal kepada para pengusaha Depok ataupun pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Ajakan jujur, kata Nur Mahmudi, tergantung masalah kesadaran produsen sebab banyak sekali ditemukan cetakan halal palsu beredar di setiap produk makanan dan minuman.

“Kalau tentang sertifikasi halal, kami berkali–kali dari bidang ekonomi, fasilitasi para pengusaha Depok, dan pihak POM MUI sering datang ke kami tawarkan hal itu. Jadi kita mendukung rencana itu, kemungkinan ajakan jujur itu adalah kombinasi antara masalah kesadaran dia memerlukan halal atau tidak. Masalah jujur barangkali nih ditemukan banyak orang yang cantumkan label halal, tapi tidak dari MUI cetakan palsu. Kalau itu yang terjadi ajakan NU itu juga tepat,” tegasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
28 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
39 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
1 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
2 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved