Tanpa konflik, tren harga minyak tetap naik
Kamis, 02 Februari 2012 - 13:48 WIB
Tanpa konflik, tren harga minyak tetap naik
A
A
A
Sindonews.com - Tanpa ada krisis ketegangan antara Iran dengan negara barat sebenarnya tetap akan membuat trend harga minyak di 2012 akan terus naik, walaupun kenaikannya tidak sebanyak ketika konflik benar-benar tersulut.
Hal ini disampaikan pengamat perminyakan dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEED) Kurtubi, dalam paparannya pada acara Seminar Economy and Capital Market Outlook, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
"Trend ini dapat terjadi karena meskipun negara-negara Uni Eropa belum keluar dari krisis, demand masih tumbuh ditengah supply yang ketat," ungkap Kurtubi.
Kurtubi menambahkan perkiraan menurut kalkulasinya, harga minyak mentah jenis Brent akan berkisar antara USD100 sampai dengan USD130 per barel dengan rata-rata sekitar USD115 per barel (bbls).
"Minyak ini yang paling dekat dengan jenis minyak yang dipakai di Indonesia dan dapat tercermin dari sini untuk tolak ukurnya," ujar Kurtubi.
Namun jika blokade terhadap selat Hormuz terjadi dan ketegangan Iran dengan negara barat tidak dapat diredam maka pasar minyak dunia akan panik dan harga minyak tidak akan stabil.
"Ketegangan tersebut akan menyebabkan harga minyak naik sebesar USD20/bbls dalam hitungan jam dan nantinya akan menembus USD150/ bbls dalam hitungan hari dan bisa menembus USD200/bbls dalam hitungan bulan," pungkasnya. (ank)
Hal ini disampaikan pengamat perminyakan dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEED) Kurtubi, dalam paparannya pada acara Seminar Economy and Capital Market Outlook, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
"Trend ini dapat terjadi karena meskipun negara-negara Uni Eropa belum keluar dari krisis, demand masih tumbuh ditengah supply yang ketat," ungkap Kurtubi.
Kurtubi menambahkan perkiraan menurut kalkulasinya, harga minyak mentah jenis Brent akan berkisar antara USD100 sampai dengan USD130 per barel dengan rata-rata sekitar USD115 per barel (bbls).
"Minyak ini yang paling dekat dengan jenis minyak yang dipakai di Indonesia dan dapat tercermin dari sini untuk tolak ukurnya," ujar Kurtubi.
Namun jika blokade terhadap selat Hormuz terjadi dan ketegangan Iran dengan negara barat tidak dapat diredam maka pasar minyak dunia akan panik dan harga minyak tidak akan stabil.
"Ketegangan tersebut akan menyebabkan harga minyak naik sebesar USD20/bbls dalam hitungan jam dan nantinya akan menembus USD150/ bbls dalam hitungan hari dan bisa menembus USD200/bbls dalam hitungan bulan," pungkasnya. (ank)
()