Putusan pembatasan BBM ada di pemerintah, bukan DPR

Kamis, 02 Februari 2012 - 14:12 WIB
Putusan pembatasan BBM...
Putusan pembatasan BBM ada di pemerintah, bukan DPR
A A A
Sindonews.com - Keputusan pemerintah yang masih tarik ulur seputar kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai sebagai upaya pemerintah untuk berlindung dibawah Dewan Perwakilan rakyat (DPR-RI).

"Padahal dalam hal pembatasan BBM bersubsidi ini bukan menjadi keputusan DPR. Disini DPR hanya memberikan pertimbangan, sehingga keputusan ini sepenuhnya adalah keputusan pemerintah," ucap Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dia juga menambahkan jika sampai saat ini belum ada tawaran kongkret dari Pemerintah dan seakan-akan pemerintah terutama Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) berlindung di bawah DPR supaya DPR yang memutuskan.

Pramono menilai, pemerintah belum memiliki skenario yang jelas apakah akan menaikkan harga BBM subsidi atau melakukan pembatasan BBM. Menteri ESDM Jero Wacik, lanjut Anung, justru lebih senang melempar bola tersebut kepada DPR untuk memutuskan.

Sehingga lanjut dia, dengan demikian pemerintah harusnya melalui menteri ESDM mempunyai skenario yang jelas mana yang menjadi prioritas yang dipilih pemerintah. Menurutnya pemerintah jauh lebih tahu bagaimana hal ini akan bisa dijalankan.

"Jangan kemudian melempar seakan-akan DPR. Nanti DPR yang memutuskan jadi kalau ada apa-apa, DPR yang bertanggung jawab. Itu tidak fair," tambahnya.

Meskipun fraksinya belum memiliki sikap yang jelas tentang kebijakan energi ini, Pramono menilai bahwa semakin lama jika persoalan BBM ini ditunda akan semakin berat. Hal ini dikarenakan apapun keputusan tersebut akan memberatkan masyarakat.

Ditambahkannya, dalam hal ini pihaknya ingin memberikan alternatif dari apa yang dijadikan pilihan pemerintah. "Tetapi pilihan untuk menentukan alternatif A B C D, itu bukan pilihan dewan melainkan pilihan pemerintah," tambahnya.

Ia juga memaparkan setelah pemerintah memutuskan apa yang menjadi keinginan atau keputusannya maka dewan akan memberikan persetujuan atau tidak. "Dengan momentum ekonomi yang sedang bagus, kalau kita lihat makro ekonomi tidak ada persoalan secara signifikan. Ujiannya adalah bagaimana pemerintah memutuskan tentang subsidi BBM ini," tandasnya. (ank)

()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
38 menit yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
14 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved