ExxonMobil sanggup naikkan produksi Blok Cepu

Kamis, 02 Februari 2012 - 16:39 WIB
ExxonMobil sanggup naikkan...
ExxonMobil sanggup naikkan produksi Blok Cepu
A A A
Sindonews.com – Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan ExxonMobil telah menyetujui untuk menaikkan produksi minyak dari Blok Cepu menjadi sebesar 27 ribu barel per hari (bph).

“Teknisnya sudah diterima. Mereka sudah sanggup, malah bisa sampai 27 ribu bph dari permintaan kami 25 ribu bph,” ujar Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Kamis (2/2/2012).

Saat ini, dirinya menjelaskan pihak ExxonMobil tengah memulai tahap desain rinci (front end engineering design atau FEED). Tahap selanjutnya Exxon akan melaksanakan lelang pengadaan dan memperkirakan kapan produksi minyak tambahan tersebut mulai mengalir. “Kapannya ini yang belum ketemu,” singkatnya.

Rudi berharap tambahan produksi minyak dari Blok Cepu ini bisa diperoleh pertengahan tahun ini.

Sebagai Informasi, BP Migas telah meminta Mobil Cepu Limited yang merupakan anak usaha ExxonMobil sekaligus operator Blok Cepu untuk menaikkan produksi dari fasilitas produksi awal (early production facility) menjadi 25 ribu bph sejak tahun lalu. Berdasarkan kajian teknis BP Migas, secara teknis sumur tersebut bisa menghasilkan minyak hingga 37 ribu bph.

ExxonMobil melalui Mobil Cepu Limited memilik bagian di Blok Cepu sebesar 45 persen. Sementara Pertamina menguasai 45 persen dan sisanya sebesar 10 persen dipegang oleh konsorsium BUMD. Di blok ini, Mobil Cepu Limited juga menjadi operator blok.

Mobil Cepu Limited memulai produksi Banyu Urip sejak akhir 2008. Fasilitas produksi awal (early production facility atau EPF) berkapasitas 20 ribu bph tersebut dimulai sejak 2009 lalu.

Fasilitas ini diklaim Exxon telah membantu pencapaian target produksi pemerintah Indonesia melalui pengembangan sumber daya minyak dan gas bumi Blok Cepu yang aman dan dapat diandalkan. Namun, fasilitas tersebut terpisah dari rencana produksi puncak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari mulai 2014.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
25 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
38 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved