AS pastikan sanksi Iran tak ganggu minyak dunia

Jum'at, 03 Februari 2012 - 13:32 WIB
AS pastikan sanksi Iran...
AS pastikan sanksi Iran tak ganggu minyak dunia
A A A
Sindonews.com - Pemeritahan Presiden Amerika Barack Obama akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Iran tidak akan berpengaruh negatif terhadap mitra AS dan mengganggu pasar minyak dunia.

"Kami ingin memastikan bahwa implementasi sanksi baru ini ditangani dengan sangat berhati-hati dan tidak akan membahayakan sekutu kami atau pasar minyak," ungkap Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney, seperti dikutip dalam Ria Novosti, Jumat (3/2/2012).

"Kami yakin ada cara yang tepat untuk mengimplementasikan sanksi tersebut untuk mencapai tujuan dari sanksi itu, yang bertujuan untuk lebih mengisolasi dan menekan Iran," tambahnya.

Komite Perbankan Senat AS menyetujui sanksi baru yang dimaksud untuk memaksa Iran menghentikan program pengayaan nuklirnya yang mengundang kontroVersial. Sanksi baru ini, memang belum disetujui oleh kongres AS, bank asing yang menangani transaksi untuk minyak nasional Iran dan perusahaan tanker, serta anak perusahaan asing dari perusahaan-perusahaan AS yang melakukan bisnis dengan Iran. Sanksi baru ini berkaitan dengan banyak pihak baik individu, dan perusahaan yang terkait dengan pengawal revolusi Iran.

Dewan Keamanan PBB telah menjatuhan empat sanksi terhadap Iran. Negara-negara barat mencurigai program pengayaan nuklir Iran, tapi Teheran berkeras tenaga nuklir tersebut diperlukan hanya untuk tujuan sipil.

Ketegangan pengayaan nuklir Iran telah mencapai titik didih sejak Iran mengumumkan pada awal bulan ini bahwa pihaknya telah meluncurkan program pengayaan nuklir di fasilitas bawah tanah di dekat kota Qom.

Menanggapi larangan Eropa pada impor minyak Iran yang akan diberlakukan pada 1 Juli 2012 mendatang, Iran juga mengancam memblokade Straight Hormuz, jalur air yang strategis dalam distrubusi minyak dunia, di mana diperkirakan 40 persen dari minyak dunia berlayar melalui selat tersebut.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperingatkan bahwa sanksi terhadap Iran oleh negara-negara OECD dapat mendorong harga minyak naik 20-30 persen menjadi USD140 per barel kecuali Uni Eropa dan AS mendapatkan pasokan alternatif dari negara-negara berkembang.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
18 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved