Empat BUMN bantu PT IKI Makassar

Jum'at, 03 Februari 2012 - 15:00 WIB
Empat BUMN bantu PT...
Empat BUMN bantu PT IKI Makassar
A A A


Sindonews.com - Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu menghidupkan kembali PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar yang sedang kolaps. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Semen Tonasa, PT Krakatau Steel (KS), PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP), serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS).

Direktur Utama PT IKI Makassar yang baru Fajar Harry Sampurno mengatakan, bantuan yang diterima IKI bukan merupakan dana segar, melainkan berupa sinergi pengerjaan beberapa proyek dan bantuan material.

“Untuk DPS membantu kami menyelesaikan perbaikan sarana renovasi kapal grafing dock,” kata Fajar Harry Sampurno di Makassar, Kamis 2 Februari 2012.

Sementara itu KS membantu bahan baku pembuatan kapal berupa pelat baja sebanyak 1.000 ton. Bantuan dua BUMN lainnya yakni PT Semen Tonasa dan PT ASDP adalah orderan perbaikan kapal. "Jika dihitung dalam bentuk dana ada sekitar Rp500 miliar,” ujar Fajar.

Dia mengatakan, ada beberapa step yang disiapkan untuk menyehatkan kembali IKI Makassar. "Tahap pertama adalah masa darurat, dengan jangka waktu tiga bulan. Kami harus keluar dari masa ini,” paparnya.

Makanya, menurut dia, pihaknya berusaha mempercepat pengerjaan beberapa kapal yang saat ini sudah masuk ke dok. “Jika kami sudah keluar dari masa darurat, akan masuk ke masa survival,” katanya.

Ditahapan ini diharapkan ada bantuan modal dari pemerintah. Karena IKI Makassar sudah bisa membuktikan diri keluar dari krisis keuangan. “Untuk masa ini, dibutuhkan investasi sekitar Rp60 miliar,” jelasnya.

Kemudian masuk ke tahap selanjutnya yakni stability. Fajar mengatakan, investasi yang dibutuhkan sekitar Rp70 miliar. Kemudian masuk ke tahap pengembangan dibutuhkan dana sebanyak Rp100 miliar.

Menurutnya, jika benar-benar stabil, IKI Makassar akan menjadi galangan kapal terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI). “Kami bisa mengerjakan kapal tanker dengan bobot 50.000 deadweight tonnage (DWT),” katanya.

Dalam tahapan ini juga direncanakan akan ada sinergi dengan PT PAL Indonesia untuk pembuatan kapal. “Untuk kerjasama ini akan dibicarakan oleh Kementerian BUMN dan waktunya kami belum tahu,” jelasnya.

Humas PT IKI Makassar Akbar menambahkan, setelah hampir tujuh tahun tidak menerima gaji secara teratur, pada awal Januari lalu semua karyawan sudah mendapatkan gaji bulanannya. “Sudah mulai menggeliat dan kami berharap kembali normal,” pungkasnya.

Diketahui, PT IKI Makassar kolaps pada 1998 lalu, bertepatan dengan krisis moneter. Saat itu, perusahaan pelat merah ini, sedang mengerjakan proyek pembuatan kapal dari PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN). Dalam proyek ini, IKI mendapat bantuan modal dari Departemen Keuangan (sekarang Kementerian Keuangan) dalam bentuk alat kerja.

Karena krisis moneter 1998, proyek tersebut tidak maksimal. Akibat fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar Amerika pasca krisis moneter, utang perusahaan terus menumpuk hingga mencapai Rp200 milar. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
8 menit yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
38 menit yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
1 jam yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
2 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
2 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved