Konflik buruh tak ganggu investasi Banten
Jum'at, 03 Februari 2012 - 17:22 WIB
Konflik buruh tak ganggu investasi Banten
A
A
A
Sindonews.com - Konflik yang terjadi antara pekerja dan pengusaha terkait upah buruh yang disinyalir akan mengganggu iklim investasi di daerah. Namun, Gubernur Banten Ratu Atut menegaskan bahwa kondisi hari ini tidak akan menyebabkan berkurangnya investasi yang akan masuk ke wilayah Banten.
"Insya Allah tidak akan berkurang, karena sekarang sudah kondusif," ungkap Atut seusai melaksanakan rapat kordinasi bersama para Menteri Koordinator, Kapolri dan Gubernur lainnya di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Kedepannya, Atut berharap kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk segera melakukan pembahasan bersama dewan pengupahan dan meminimalisir ketetapan yang merugikan salah satu pihak dan menyebabkan konflik dikemudian hari.
"Untuk Tangerang Raya kami harapkan menteri tenaga kerja membahas dulu melalui dewan pengupahan nasional yang kebetulan ditetapkan oleh gubernur. Gubernur akan mengikuti pengukuran yang ditetapkan dewan pengupahan nasional karena Tangerang dengan DKI Jakarta memang berbeda dengan provinsi," ungkapnya.
Namun dirinya menyarankan keberadaan Tangerang dan DKI Jakarta yang bergandengan secara industri, diharapkan upah buruh yang ditetapkan tidak terlalu jauh karena dikhawatirkan akan menjadi kecemburuan jika selisihnya terlalu jauh. "Bagian itu yang kami usulkan dan juga meregulasi kembali. Agar ke depannya meminimalisir adanya hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Sedangkan mengenai persoalan penangguhan yang akan dilakukan oleh perusahaan maka Atut menjawab bahwa untuk penangguhan harus mematuhi aturan yang sudah berlaku.
"Itu hasil kesepakatan, itu pun ada aturannya. Penangguhan itu tidak begitu saja disetujui apabila tidak memenuhi aturan. Karena itu ada dalam peraturan kementerian tenaga kerja. Aturan tersebut juga dimasukkan dalam kesepakatan kemarin dan penangguhan tersebut persyaratannya banyak," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada lagi aksi lanjutan yang akan dilakukan oleh para buruh mengenai keputusan yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu.
"Tidak akan ada demo lagi karena itu sudah disepakati oleh teman-teman aliansi daripada serikat pekerja. Jadi insya Allah, kalau masih ada yang mengancam mau demonstrasi lagi mungkin itu hanya beberapa kelompok saja yang semestinya tidak melakukan aksi-aksi agi. Kami akan terus berupaya," tandasnya. (ank)
"Insya Allah tidak akan berkurang, karena sekarang sudah kondusif," ungkap Atut seusai melaksanakan rapat kordinasi bersama para Menteri Koordinator, Kapolri dan Gubernur lainnya di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Kedepannya, Atut berharap kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk segera melakukan pembahasan bersama dewan pengupahan dan meminimalisir ketetapan yang merugikan salah satu pihak dan menyebabkan konflik dikemudian hari.
"Untuk Tangerang Raya kami harapkan menteri tenaga kerja membahas dulu melalui dewan pengupahan nasional yang kebetulan ditetapkan oleh gubernur. Gubernur akan mengikuti pengukuran yang ditetapkan dewan pengupahan nasional karena Tangerang dengan DKI Jakarta memang berbeda dengan provinsi," ungkapnya.
Namun dirinya menyarankan keberadaan Tangerang dan DKI Jakarta yang bergandengan secara industri, diharapkan upah buruh yang ditetapkan tidak terlalu jauh karena dikhawatirkan akan menjadi kecemburuan jika selisihnya terlalu jauh. "Bagian itu yang kami usulkan dan juga meregulasi kembali. Agar ke depannya meminimalisir adanya hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Sedangkan mengenai persoalan penangguhan yang akan dilakukan oleh perusahaan maka Atut menjawab bahwa untuk penangguhan harus mematuhi aturan yang sudah berlaku.
"Itu hasil kesepakatan, itu pun ada aturannya. Penangguhan itu tidak begitu saja disetujui apabila tidak memenuhi aturan. Karena itu ada dalam peraturan kementerian tenaga kerja. Aturan tersebut juga dimasukkan dalam kesepakatan kemarin dan penangguhan tersebut persyaratannya banyak," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada lagi aksi lanjutan yang akan dilakukan oleh para buruh mengenai keputusan yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu.
"Tidak akan ada demo lagi karena itu sudah disepakati oleh teman-teman aliansi daripada serikat pekerja. Jadi insya Allah, kalau masih ada yang mengancam mau demonstrasi lagi mungkin itu hanya beberapa kelompok saja yang semestinya tidak melakukan aksi-aksi agi. Kami akan terus berupaya," tandasnya. (ank)
()