Pemerintah tak tegas soal izin, rakyat bergerak

Senin, 06 Februari 2012 - 10:00 WIB
Pemerintah tak tegas...
Pemerintah tak tegas soal izin, rakyat bergerak
A A A
Sindonews.com - Tidak tegasnya pengelolaan izin tambang mengindikasikan banyaknya masyarakat daerah yang mulai melakukan penolakan terhadap aktivitas penambangan yang dilakukan di daerah tersebut.

Hal ini diungkapakan Sekjen Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Andre S Wijaya kepada Sindonews usai acara Sindo Hot Topic di Sindoradio, Jakarta, Senin (6/2/2012).

"Sampai sekarang sudah banyak daerah yang membentuk kelompok masyarakat khususnya masyarakat sekitar daerah tambang yang menyatakan antipati terhadap pengerukan tambang yang di daerahnya dan indikasi tepatnya adalah tidak adanya penegasan dari pemerintah terhadap peraturan izin tambang terus transparansi kontrak, dan kesejahteraan masyarakat nantinya," ujarnya.

Andre menjelaskan daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang masyarakatnya sudah menjadi korban dari ketidakadilan tersebut.

"Ada sekitar tujuh daerah yang sudah membentuk kelompok tersebut ada yang di Bima, Aceh, Samarinda, dan daerah-daerah lainnya yang sudah meraskan pahitnya keputusan tersebut, sebut saja Samarinda yang sudah 71 persen dari tambang di wilayah tersebut yang dicuri kemudian 150 lubang tambang yang tidak jelas punya siapa, dan yang terakhir belasan orang meninggal di lokasi itu dan apa ada penegakan hukumnya? Tidak ada!" tegasnya.

Andre mewakili JATAM mengimbau kepada pemerintah untuk lebih peka terhadap hak masyarakat yang berada di lokasi pertambangan.

"Pemerintah harus memberikan keadilan, terutama untuk persoalan hak masyarakat setempat, jangan sampai ada yang mati dulu baru bergerak, kalau masyarakat ingin menjadi petani di daerah itu dan tidak ingin lahannya ditambang ya dihargai, jangan dipaksakan apalagi dengan menggunakan aparat-aparat yang ngertinya cuma main tembak saja," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
42 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved