Gapki bantah produk CPO RI tak ramah lingkungan

Rabu, 08 Februari 2012 - 13:34 WIB
Gapki bantah produk...
Gapki bantah produk CPO RI tak ramah lingkungan
A A A
Sindonews.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut membantah tudingan Amerika Serikat kalau produk hilir Crude Palm Oil (CPO) Indonesia tidak ramah lingkungan.

“Dilihat dari sisi mana, sehingga dikatakan tidak ramah lingkungan. Oleh karenanya tudingan Amerika Serikat tentang produk hilir CPO dari Indonesia dianggap mencemarkan lingkungan perlu diperdebatkan kembali,” ujar Bendahara Gapki Sumut, Laksamana Adyaksa.

Dia juga menambahkan terbukti berdasarkan buku karya Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat berjudul An Inconvenient Truth, penghasil zat karbon terbesar adalah Amerika dengan porsi sebesar 30,3 persen, diikuti Eropa sebesar 27,2 persen. Sementara Asia Tenggara hanya 12,2 persen termasuk Indonesia.

Menurut Laksamana, hak setiap negara untuk membuat larangan berupa aturan boleh atau tidaknya setiap produk yang masuk. Karena itu dia berharap agar keputusan pelarangan masuknya produk hilir CPO asal Indonesia dikaji kembali. “Pemerintah harus melobi demi meningkatkan hubungan dagang,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Disperindag Sumut), Fitra Kurnia mengungkapkan khusus untuk pangsa pasar Amerika produk hilir CPO, diantaranya stearing, shortening, dan lainnya dilarang masuk ke negara tersebut.

“Saat ini masih kita ekspor ke negara tersebut, karena masih ada kontrak. Pada Maret 2012 nanti tidak lagi,” tuturnya.

Bila pelarangan masuknya barang ekspor asal Indonesia khususnya Sumut ke Amerika benar terjadi, imbuhnya, pasti akan berpengaruh kepada nilai ekspor CPO Sumut. Pasalnya, produk hilir CPO termasuk komoditas yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibanding produk setengah jadi.

Untuk itu, pelaku ekspor akan diarahkan untuk mulai mencari pasar alternatif yang potensial, seperti Kanada, Eropa Tengah hingga Eropa Timur. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
24 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
34 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved