Pembatasan BBM untuk penghematan APBN

Rabu, 15 Februari 2012 - 17:05 WIB
Pembatasan BBM untuk...
Pembatasan BBM untuk penghematan APBN
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu pilihan karena pemerintah ingin segera menghapus beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menghemat dana APBN yang akan digunakan untuk rencana pembangunan ekonomi di Indonesia.

"Untuk pembatasan, sekarang dibatasi kaya pegawai negeri dan BUMN itu dibatasi. Itu boleh tetap pakai pertamax. Kalo misalnya untuk kendaraan pribadi itu boleh naik artinya kan enggak dibatasi. Pertamax dan premium masih ada kan. itu logika saja," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Lalu, lanjut dia, untuk kendaraan umum masih akan dibicarakan lebih lanjut karena ada opsi kenaikan. "Bisa naik, bisa gak. itu kan masih opsi. Sama kaya sepeda motor ada opsi seperti itu. Di masa depan kalau harga premium tinggal sedikit misal subsidinya tinggal Rp1.000 perak nantinya diharapkan kendaraan umum sudah pake BBG dan sepeda motor enggak disubsidi lagi, misalnya sepeda motor pakai listrik dan pertamax jadi nanti suatu saat disubsidi Rp1.000 untuk semua, kalau bisa di 2014 supaya presiden sudah tenang hidupnya karena udah gak ada beban subsidi yang besar," tegasnya.

Lebih lanjut dirinya menginginkan dana penghematan tersebut digunakan untuk pembangunan ekonomi yang lebih besar ketimbang mengakomodasi subsidi yang makin besar.

"Kita mau pemerintahan mendatang itu dipakai untuk penggunaan semua untuk pembangunan ekonomi. Kita jangan sampe tersandera karena mengakomodasi premium untuk harus menjadi murah lalu akibatnya uang pembangunan kita berkurang. Tapi juga harus diliat dari sisi lain misalnya korupsi, pertambangan. Pertambangan kan pendapatan negaranya enggak banyak jadi harus dievaluasi lagi. Dan penerimaan migas kita habis karena subsidi untuk BBM, seolah-olah kita enggak bisa memanfaatkan sumber daya alam kita," pungkasnya
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved