Vale Indonesia siap renegosiasi kontrak tambang

Jum'at, 17 Februari 2012 - 14:29 WIB
Vale Indonesia siap...
Vale Indonesia siap renegosiasi kontrak tambang
A A A
Sindonews.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengaku siap berunding dengan pemerintah untuk merenegosiasi kontrak pertambangan.

"Kita akan duduk dengan pemerintah, kita akan diskusi, kita willing duduk dengan pemerintah," kata Direktur Utama INCO Nicolaas D Kanter, usai rapat umum pemegang saham (RUPS) INCO, di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

Namun demikian, dia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai renegosiasi kontrak tambang tersebut. Sebelumnya, proses renegosiasi kontrak karya dan perjanjian karya pertambangan masih belum ada kemajuan.

Sebab, dari 76 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan 42 Kontrak Karya (KK), baru 11 PKP2B dan empat KK yang telah menyetujui seluruh poin renegosiasi, sama seperti tahun lalu.

Sementara itu, perseroan tahun ini telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD150 juta. "Kita siapkan capex USD150 juta. Dananya dari kas internal," ungkap Direktur Keuangan INCO Fabio Bechara.

Capex sebesar USD50 juta tersebut di antaranya akan digunakan untuk feasibility study atau uji kelayakan tanah yang terletak di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Sementara sisanya akan digunakan untuk proyek yang lain. "feasibility study-nya diharapkan bisa selesai akhir tahun ini," tandasnya.

Sekadar informasi, INCO menggelar juga mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS tersebut disetujui pergantian Komisaris Utama yang baru yaitu Richardo Carvalho.

PT Vale Indonesia Tbk sebelumnya dikenal sebagai PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang mendapatkan izin usaha dari pemerintah Indonesia untuk melakukan eksplorasi, kegiatan penambangan, pengolahan dan produksi nikel.

Saat ini Vale Indonesia bekerja di Pulau Sulawesi di bawah perjanjian KK dengan pemerintah Indonesia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
42 menit yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
49 menit yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
1 jam yang lalu
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
2 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
3 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved