Pemerintah siapkan crisis management protocol pangan & energi

Selasa, 21 Februari 2012 - 11:07 WIB
Pemerintah siapkan crisis...
Pemerintah siapkan crisis management protocol pangan & energi
A A A
Sindonews.com - Dampak krisis ekonomi global bukan cuma mengkhawatirkan bagi sektor finansial, namun juga bagi sektor pangan dan energi. Untuk itu pemerintah kini sedang mempersiapkan crisis management protocol (CMP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, CMP tersebut adalah suatu bentuk antisipasi yang dilakukukan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat disituasi saat ini.

"Untuk masalah keuangan, CMP-nya kita sudah punya, tapi untuk energi, pangan juga harus punya," ungkap Hatta kala ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin 20 Februari 2012 malam.

Hatta menjelaskan, CMP ini dipersiapkan bukan karena pemerintah berharap adanya krisis pangan dan energi. "Tapi dalam situasi keadaan dunia seperti ini, maka kita harus mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik," tambah dia.

Dalam CMP tersebut, yang nantinya menjadi trigger terdiri dari tiga pilar. Pertama, dari segi produktivitas, pilar kedua adalah keterjangkauan stabilitas harga, dan aksesbilitas masyarakat.

"Ketiga adalah apabila terjadi suatu shock. Ingat kan dulu pernah terjadi satu shock, dulu Indonesia beruntung ketika harga pangan dunia naik, kita justru harganya drop. Tapi kan bisa saja sekarang, harga pangan di dunia mengalami harga yang sangat tinggi dan bisa saja iklim kita lagi tidak bagus," paparnya.

Meski begitu, dia belum dapat memaparkan rincian triger CMP lebih jauh. Intinya, jika terjadi suatu perubahan harga selama dua bulan berturut-turut secara year on year (yoy) dalam dua bulan, maka menjadi akan suatu triger dari CMP.

"Misalkan kenaikannya sebesar 15 persen atau 20 persen, atau berapa pun itu harus di-exercise. Tapi ada tahapannya juga, misalkan terjadinya itu kan ada tren maka sistem harus bekerja, misalnya operasi pasar untuk menstabilkan harga, sampai kepada hal yang memberikan perlindungan langsung kepada kelompok yang mengalami gangguan karena itu," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
27 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
38 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved