Astra Agro bukukan laba Rp2,5 T

Jum'at, 24 Februari 2012 - 11:23 WIB
Astra Agro bukukan laba...
Astra Agro bukukan laba Rp2,5 T
A A A


Sindonews.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang tahun lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun. Angka tersebut naik sekitar 19 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,1 triliun.

Presiden Direktur AALI Widya Wiryawan mengatakan, naiknya laba bersih perseroan didorong peningkatan pendapatan perusahaan pada 2011. “Pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp10,77 triliun,” kata dia di Jakarta, Kamis 23 Februari 2012.

Widya mengungkapkan, pendapatan perseroan pada tahun lalu naik sekitar 21,8 persen dibanding pendapatan perseroan pada 2010 yang sebesar Rp8,8 triliun. Kendati pendapatan perseroan pada tahun lalu meningkat, beban pokok pendapatan perseroan juga meningkat 30,77 persen menjadi Rp6,8 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai Rp5,2 triliun.

Menurutnya, beban pokok penjualan dikontribusi dari beban penjualan yang meningkat 41 persen menjadi Rp291,3 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp206,5 miliar.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga naik 10,86 persen menjadi Rp447,98 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp404,11 miliar. Rugi pengembangan perkebunan plasma juga meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp20 miliar dibanding 2010 senilai Rp10,1 miliar.
Meski demikian, lanjut Widya, biaya pendanaan perseroan sepanjang tahun lalu berhasil ditekan menjadi Rp5,8 miliar dari tahun sebelumnya Rp8,3 miliar.

Di samping itu, keuntungan kurs sepanjang tahun lalu berhasil dibukukan sebesar Rp433 juta dari tahun sebelumnya yang mengalami rugi selisih kurs mencapai Rp27,96 miliar. Penghasilan bunga juga meningkat 137,66 persen menjadi Rp93,43 miliar dibanding 2010 senilai Rp39,26 miliar.

Beban amortisasi goodwill dan lain-lain naik Rp69,2 miliar dibanding tahun sebelumnya yang merugi Rp21,7 miliar. Dengan demikian, ungkap dia, laba bersih perseroan pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp2,498 triliun.

Kenaikan laba bersih ini menyebabkan peningkatan laba per saham dasar sebesar 19,28 persen menjadi Rp1.527,56 dibanding tahun sebelumnya Rp1.280,7 per lembar saham. Total aset perseroan pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp10,2 triliun. Angka ini naik sekitar 16 persen dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp8,79 triliun.

Investor Relations AALI Rudy Limardjo mengungkapkan, permintaan konsumsi CPO dunia hingga tahun lalu masih meningkat dengan pertumbuhan sebesar 5,6 dari 46,56 juta ton pada periode yang sama 2010 menjadi 49,15 juta ton.

Naiknya permintaan CPO dunia diimbangi dengan naiknya produksi CPO dunia sebesar 9,4 persen menjadi 50,18 juta ton. “Angka tersebut 1,02 juta ton di atas tingkat konsumsinya serta menyerap sekitar 39,1 persen dari total minyak nabati utama dunia,” ujarnya.

Adapun, total produksi minyak nabati utama dunia hingga akhir tahun lalu mencapai 128,3 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 4,7 persen dibanding periode yang sama 2010 sebanyak 122,6 juta ton. Sedangkan, total konsumsi meningkat 4,8 persen menjadi 127,98 juta ton dibanding tahun sebelumnya sebesar 122,087 juta ton.

Pada akhir tahun lalu, ungkap Rudy, perseroan membukukan penjualan CPO mencapai 1,3 juta ton atau naik 12,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun, harga jual rata-rata CPO selama 2011 meningkat sekitar 7,8 persen menjadi Rp7.576 per kilogram (kg) dari tahun sebelumnya Rp7.027 per kg.

Dengan demikian, pendapatan perusahaan dari CPO sepanjang 2011 mencapai Rp9,85 triliun. Sementara, volume produksi kernel perseroan selama 2011 meningkat 34,5 persen menjadi 198.561 ton dibanding 2010 sebesar 147.595 ton.

Sedangkan, harga jual rata-rata kernel pada tahun lalu meningkat 5,9 persen menjadi Rp4.309 per kg dibanding tahun sebelumnya Rp4.070 per kg. Dengan demikian, pendapatan dari penjualan kernel perseroan sepanjang 2011 sebesar Rp855,6 m.iliar. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
38 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved