Terminal LNG Jakarta beroperasi akhir April

Sabtu, 25 Februari 2012 - 12:33 WIB
Terminal LNG Jakarta...
Terminal LNG Jakarta beroperasi akhir April
A A A


Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) pada akhir April 2012 mulai mengoperasikan terminala terapung gas alam cair di laut utara Jakarta berkapasitas tiga juta ton per tahun.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan, awal April terminal terapung diharapkan sudah terpasang, selanjutnya dilakukan berbagai tes untuk kemudian mulai on stream ke PLN pada akhir April 2012.

“Proyek terminal Jakarta merupakan pertama yang dibangun di Indonesia, sehingga Pertamina ingin benar-benar tidak bermasalah saat pengoperasiannya,” ujarnya di Singapura, Jumat 24 Februari 2012.

Saat ini, lanjut dia, peralatan terminal juga masih menjalani serangkaian tes termasuk hidrostatik agar saat beroperasi tidak terdapat masalah. “Memang sedikit agak mundur pengoperasiannya, namun masih sesuai target pada April ini. Kami ingin memastikan agar proyek berjalan dengan baik nantinya,” ujarnya.

Harun mengatakan, pihaknya tengah menegosiasikan agar terminal Jakarta memperoleh tambahan pasokan dari kilang Tangguh, Papua yang merupakan pengalihan alokasi Sempra, AS.

Menurut dia, pasokan Sempra ke terminal LNG di Jakarta tersebut dilakukan sampai proyek konversi kilang Arun di Aceh beroperasi. “Kami prioritaskan pasokan Sempra buat Arun,” ujarnya.

Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden No 14 Tahun 2011, yang memutuskan pembangunan terminal penerima terapung LNG (floating storage and regasification unit/FSRU) di Jakarta, Medan, dan Semarang.

Selain itu, juga pembangunan tujuh terminal LNG skala kecil di kawasan Indonesia bagian timur. Di luar inpres itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan satu unit konversi kilang LNG menjadi gas di Arun, Aceh. FSRU di Jakarta akan dibangun berkapasitas 3 juta ton per tahun atau 400 MMSCFD, Medan 2,5 juta ton, dan Semarang 3 juta ton. Sedangkan konversi kilang Arun direncanakan berkapasitas 2,5 juta ton dan tujuh terminal kecil 1,5 juta ton per tahun.

Terminal skala kecil yang dibangun perusahaan patungan Pertamina dan PT PLN, di antaranya akan dibangun di Samarinda berkapasitas 30 MMSCFD, Halmahera 30 MMSCFD, Balikpapan 15 MMSCFD, Bali 25 MMSCFD, dan Pomalaa 25 MMSCFD. Terminal LNG Jakarta dimulai peletakan batu pertama pada 27 Mei lalu. Proyek dibangun PT Nusantara Regas yang merupakan perusahaan patungan, Pertamina dengan porsi saham 60% dan PT PGN Tbk 40%. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
14 menit yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
51 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
1 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
2 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
2 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved