Bahan makanan turun, Aceh deflasi 0,31%

Kamis, 01 Maret 2012 - 12:47 WIB
Bahan makanan turun,...
Bahan makanan turun, Aceh deflasi 0,31%
A A A
Sindonews.com - Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mengalami deflasi sebesar 0,31 persen selama Februari 2012. Deflasi ini secara umum disebabkan adanya penurunan harga pada kelompok bahan makanan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Syeh Suhaimi menyebutkan, deflasi pada Februari lalu secara umum disebabkan terjadinya penurunan pada kelompok bahan makanan sebesar 1,68 persen. Dia juga menerangkan bahwa deflasi Aceh diperoleh berdasarkan agregat tingkat inflasi di kota Banda Aceh dan kota Lhokseumawe pada bulan lalu.

"Kota Banda Aceh terjadi deflasi 0,28 persen, begitu juga Lhokseumawe terjadi deflasi yaitu 0,35 persen. Secara agregat untuk Provinsi Aceh terjadi deflasi 0,31 persen," katanya dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (1/3/2012).

Secara agregat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Aceh mengalami penurunan dari 130,56 pada Januari 2012 menjadi 130,15 pada Februari.

Laju inflasi Provinsi Aceh sepanjang 2012 tercatat 0,18 persen, sedangkan secara year on year (Februari 2011-Februari 2012) Aceh inflasi sebesar 1,55 persen.

Dia menambahkan bahwa enam kelompok komoditas mengalami inflasi dan satu kelompok yaitu kelompok kesehatan tercatat stabil. Komoditas cabai merah tercatat memberi andil tertinggi terhadap deflasi Banda Aceh pada bulan lalu yaitu sebesar minus 0,25 persen, disusul bahan bakar rumah tangga minus 0,15 persen, bandeng minus 0,07 persen dan lainnya.

Dari 66 kota di Indonesia dipantau IHK, tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota deflasi pada Februari 2012. Inflasi tertinggi terjadi di kota Mataram sebesar 1,73 persen, terendah di kota Tanggerang sebesar 0,03 persen.

Deflasi tertinggi terjadi di kota Jambi yaitu sebesar 0,29 persen dan terendah di kota Palu sebesar 0,04 persen.

Sementara di Sumatera, dari 16 kota dihitung IHK pada bulan lalu semua kota mengalami deflasi. Tertinggi di Jambi dan deflasi terendah di Bandar Lampung sebesar 0,11 persen. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved