Pemerintah bakal evaluasi FTA

Rabu, 07 Maret 2012 - 18:05 WIB
Pemerintah bakal evaluasi...
Pemerintah bakal evaluasi FTA
A A A
Sindonews.com — Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi rencana dan kebijakan terkait kerja sama perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) yang belum diimplementasikan.

Menurutnya, FTA adalah salah satu hal penting dalam mendorong daya saing industri nasional. Pasalnya, dengan diimplementasikannya FTA, maka produk-produk buatan lokal bisa mudah masuk ke pasar negara-negara tujuan ekspor setelah bea masuk diturunkan atau bahkan dihapus.

“Mana yang bisa ditunda dan mana yang bisa dilakukan. Liberalisasi seyogyanya memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi dan industri nasional. Dalam rangka, meningkatkan kesejahteran rakyat, bukan sebaliknya. Harus mempertimbangkan, cost dan benefit yang timbul akibat liberalisasi itu,” kata Hidayat di Jakarta, Rabu (7/3/2012).

Menurutnya, rata-rata tarif bea masuk di Indonesia pada tahun 2010 yakni 6,8 persen, atau relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara anggota G-20 seperti Korea Selatan 12,1 persen, Brasil sekitar 13,7 persen, China sekitar 9,1 persen, dan India sekitar 13 persen.

“Dari indeks daya saing, Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Brasil, India, Korea Selatan, dan China. Ini menunjukkan, negara-negara dengan daya saing cukup tinggi pun masih merasa perlu melindungi pasar dalam negerinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, konteks FTA seperti upaya-upaya memacu investasi di dalam negeri akan diperkuat sehingga tidak hanya terbatas pada perdagangan semata.

“Terutama, prinsip kita ke depan adalah investasi penambahan nilai yang difokuskan di dalam negeri. Penaikan volume ekspor tidak sekedar bahan mentah, tapi juga yang bernilai tambah. Tapi, kalau dibilang evaluasi, saya rasa istilah itu terlalu maju. Yang pasti, kita kaji. Secara umum, berjalan lancar,” kata Gita.

Terpisah, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengatakan, â€
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved