2012, Ramayana pasang target laba Rp452,7 M

Senin, 12 Maret 2012 - 08:47 WIB
2012, Ramayana pasang...
2012, Ramayana pasang target laba Rp452,7 M
A A A
Sindonews.com – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) menargetkan laba sebesar Rp452,7 miliar pada tahun ini atau naik 20,1 persen dibanding tahun 2011 Rp377 miliar.

Kenaikan laba akan didorong dari peningkatan pendapatan yang ditargetkan Rp7,5 triliun, atau naik 13,80 persen dibanding tahun 2011 sebesar Rp6,59 triliun. Direktur RALS, Setyadi Surya mengatakan, untuk merealisasikan target tersebut pihaknya berencana membuka lima gerai baru.Tiga di antaranya di Cirebon,Kebayoran Lama, serta Lampung. “Saat ini kami memiliki 107 gerai di 56 kota,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Perseroan, lanjut dia, akan mengandalkan kas internal sebagai untuk biaya ekspansi. Besarnya kas internal membuat perseroan belum berpikir untuk mencari pinjaman perbankan ataupun sumber pembiayaan lain dari pasar modal. “Kas perseroan masih cukup kuat yakni sekitar Rp700 miliar hingga Rp800 miliar,” ungkapnya.

Berdasarkan tingkat pertumbuhan 2011,gerai Ramayana di luar Pulau Jawa mengalami pertumbuhan penjualan yang paling tinggi yakni 10 persen. Kemudian disusul gerai perseroan di Pulau Jawa yakni tujuh persen. Sedangkan, gerai di Jakarta dan sekitarnya mencapai enam persen. Atas dasar itulah, perseroan optimistis target laba tahun ini bisa direalisasikan. Tahun ini, lanjut Setyadi, perseroan akan meningkatkan penjualan di supermarket yang kontribusinya terhadap penjualan sebesar 34,3 persen, dan sisanya dari sales fashion.

Minimnya kontribusi penjualan di supermarket karena awalnya bukanlah bisnis utama. Kondisi ekonomi yang stabil diharapkan bisa menjadi penggerak dari penjualan di supermarket. Presiden Direktur Schroder Investment Management Indonesia, Michael Tjoajadi mengungkapkan ada kecenderungan saham sektor ritel dan konsumer cenderung dihargai lebih tinggi. Pasalnya saham sektor ini tak terpengaruh pada perkembangan kondisi ekonomi luar negeri. “Sektor ini sangat dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat,” katanya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
52 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved