Awal tahun, okupasi hotel Novotel lampaui target

Senin, 12 Maret 2012 - 09:40 WIB
Awal tahun, okupasi...
Awal tahun, okupasi hotel Novotel lampaui target
A A A
Sindonews.com – Tingkat hunian kamar (okupansi) di Hotel Novotel Semarang pada awal 2012 melebihi target. Biasanya okupansi hotel pada awal tahun mengalami penurunan cukup signifikan.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. “Seperti biasa, di awal tahun tren pasarnya turun seiring masa penyusunan anggaran dari sejumlah instansi maupun perusahaan yang diprediksi terjadi hingga Maret,” ujar PR Manager Hotel Novotel Semarang Marlya kemarin.

Dikatakan, tingkat keterisian rata-rata yang terjadi pada Januari tercatat mencapai 78 persen. Jumlah tersebut cukup tinggi lantaran prediksi okupansi biasanya hanya berkisar 70 persen atau turun 5–10 persen dari kondisi normal di bulan biasanya.

Namun,lanjut Marlya,prediksi itu ternyata meleset. Pada Februari, ungkap dia, okupansi bahkan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 82 persen. Mengingat pada Februari banyak grup yang masuk ke Hotel Novotel untuk melakukan kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE), sekaligus menggunakan kamar.

“Dari sejumlah kementerian dan perbankan banyak yang menggunakan hotel kami di Februari lalu. Ini mendongkrak okupansi yang biasanya tren menurun di awal tahun, ”tandasnya. Untuk mendongkrak tingkat okupansi diawal tahun,tutur dia, berbagai strategi telah diupayakan seperti memberikan harga promo kamar. Pada Januari lalu diberikan promo untuk kamar Standart dari Rp670 ribu menjadi Rp450 ribu/malam.

“Dengan okupansi yang kembali melonjak,maka promo harga kamar hanya berlaku di bulan Januari. Sedangkan mulai Februari lalu harga kamar kembali normal,” imbuhnya. Menurut Maryla, kehadiran kompetitor dengan hotel baru di sekeliling Novotel memang sempat menimbulkan kekhawatiran anjloknya tingkat keterisian kamar. “Di Maret ini harapannya okupansi terus meningkat. Apalagi, sejumlah instansi sudah mulai reservasi untuk kegiatan MICE,”ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng Heru Isnawan mengatakan, okupansi hotel pada awal tahun rata-rata mengalami penurunan. Itu sudah menjadi tren pasar di usaha perhotelan.Untuk hotel yang okupansinya relatif tinggi, ujar dia, itu lantaran didukung kegiatan MICE.“Kegiatan itu sangat mendukung tingkat okupansi,”tandasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
7 menit yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
42 menit yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
47 menit yang lalu
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
1 jam yang lalu
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved