Penetrasi pelanggan seluler capai 110%

Kamis, 15 Maret 2012 - 09:42 WIB
Penetrasi pelanggan...
Penetrasi pelanggan seluler capai 110%
A A A
Sindonews.com – Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mencatat penetrasi pelanggan telekomunikasi telah mencapai 110 persen hingga akhir 2011.

Dengan penetrasi tersebut, terdapat 250 juta nomor telekomunikasi yang dipakai penduduk Indonesia. Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Johnny Swandi Sjam mengatakan, meski penetrasi telah melebihi jumlah penduduk,tingkat pendapatan rata-rata per pengguna (average revenue per user/ARPU) blended di Indonesia hanya sekitar Rp20 ribu–Rp40 ribu.

“Sementara untuk ARPU dari jasa data lumayan menggembirakan yakni di kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu,” ungkap Johnny dalam acara Indonesian ICT Outlook 2012: Resisting the Doomsday of Telco Players di Jakarta kemarin.

Menurut Johnny, penurunan ARPU tidak terlepas dari jasa telekomunikasi tradisional seperti voice dan SMS yang tengah mengalami penurunan, bahkan pasar sudah mengalami kejenuhan (saturated market). Operator telekomunikasi pun berlomba mencari peluang baru di pasar bisnis data yang tengah growthsignifikan. Saat ini, kata dia,pelanggan broadband sudah mencapai 70 juta orang.Pada beberapa tahun mendatang, pelanggan mobile data ini diharapkan mencapai 150 juta pelanggan.

Hal ini dapat dicapai mengingat saat ini terminal gadget pelanggan yang dikeluarkan vendor handset sudah mengarah kepada smartphone. Namun yang menjadi permasalahan, lanjut Johnny, keuntungan dari usage jaringan data tidak hanya dinikmati oleh operator telekomunikasi penyelenggara jaringan,tapi juga oleh para pemain bisnis besar di internet, yang biasa dikenal dengan Over the Top(OTT). Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk Harry Sasongko mengaku prihatin jika infrastruktur jaringan yang dibangun susah payah oleh operator malah lebih besar dinikmati oleh OTT.

“RevenueOTT tumbuh signifikan berbanding lurus ke atas seiring terus melesatnya trafik data. Sementara operator hanya naik sedikit, bahkan cenderung datar karena harus terus berinvestasi agar jaringan bisa tetap terjaga,” kata dia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
4 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
4 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
6 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
9 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
12 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
12 jam yang lalu
Infografis
Progres Pembangunan...
Progres Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota Capai 33,36%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved