Kompensasi BBM untuk jaga produktivitas

Selasa, 20 Maret 2012 - 09:58 WIB
Kompensasi BBM untuk...
Kompensasi BBM untuk jaga produktivitas
A A A
Sindonews.com – Perhatian lebih kepada masyarakat miskin dan mereka yang rentan terkena dampak dahsyat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) harus benar-benar tepat sasaran.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron berharap alokasi anggaran untuk proyek infrastruktur yang sudah dicanangkan dan bantuan lainnya dari pemerintah berdampak positif terhadap guncangan yang akan terjadi pasca kenaikan harga BBM.Bantuan ini juga diharapkan bisa menjaga capaian tingkat kesejahteraan masyarakat. ”Golongan masyarakat miskin ini yang perlu perhatian lebih besar,” ujarnya saat panen raya manggis di Desa Susukan Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Politikus Partai Demokrat ini berharap, bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang diberikan sebagai sebagai kompensasi kenaikan harga BBM oleh pemerintah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Namun, bisa dalam bentuk bantuan untuk menggerakan usaha kecil menengah milik masyarakat.Dalam bidang pertanian misalnya, bantuan bisa berupa alat pertanian atau sarana pembudidayaan ikan untuk para nelayan.

Bagi dunia pertanian, lanjut dia, rencana kenaikan harga BBM diakui cukup membebani para petani. Namun, hal tersebut bisa saja diatasi dengan subsidi pertanian yang berkesinambungan. ”Pemerintah sudah memberikan bantuan benih, pupuk, dan lain-lain. Subsidi pupuk mencapai Rp15 triliun,” katanya. Sementara itu, para nelayan, sangat membutuhkan kompensasi atas kenaikan harga BBM.

Pasalnya, penggunaan BBM bisa mencapai 70 persen dari total biaya produksi nelayan. Kompensasinya, pemerintah perlu memikirkan untuk memberikan es balok gratis pada nelayan. ”Nelayan membelinya Rp15 ribu per balok. Kalau itu dilakukan kan sama saja akan mengurangi biaya operasionalnya,” ujarnya. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan, politik anggaran pemerintah semakin berpihak pada petani.

Dari tahun ke tahun alokasi anggaran untuk pertanian dalam APBN semakin meningkat. ”Alokasi anggaran pertanian di APBN makin hari makin besar. Artinya politik anggaran makin berpihak pada petani,” kata Anas. Hal ini menunjukan komitmen pemerintah dalam pembangunan pertanian khususnya peningkatan kesejahteraan petani.

Partainya akan terus mendorong peningkatan anggaran dan keberpihakan pada pertanian. Anas mengapresiasi pemerintah yang terus meningkatkan Harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras. Setiap tahun, HPP beras naik cukup signifikan. ”Sekarang HPP Rp6.600,ini naik cukup tajam. Ini adalah terobosan agar para petani kesejahteraannya meningkat,”ujarnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved