Subsidi listrik idealnya Rp90 T

Senin, 19 Maret 2012 - 16:18 WIB
Subsidi listrik idealnya...
Subsidi listrik idealnya Rp90 T
A A A
Sindonews.com - Subsidi listrik yang diturunkan dari Rp93 triliun menjadi Rp64,9 triliun oleh DPR dinilai pemerintah hal ini tidak cukup untuk menjalankan operasional listrik di seluruh Indonesia. Pemerintah juga sudah memastikan usulan apa yang akan dibawa ke Badan Anggaran.

"Jadi kami akan ke badan anggaran dan menjelaskan paling tidak kita itu perlu sekitar Rp90an triliun untuk subsidi listrik ini. Dan nanti akan dijelaskan baik oleh kementrian ESDM, PLN, Kemenkeu, tentang keperluan tersebut," jelas Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (19/3/2012).

Dia juga menerangkan hal itu karena ada keperluan yang terdiri dari keperluan program listrik, dimana pembangunan 10 ribu MW ada kemunduran, sehingga kebutuhan akan BBM menjadi lebih tinggi. Tetapi juga PLN tidak berhasil mendapatkan gas sesuai dengan waktunya dan jumlahnya sehingga menggunakan BBM.

"Kemudian ada faktor naiknya harga ICP. Jadi ini yang kita ingin kita bicarakan di dalam badan anggaran supaya nanti di DPR, bisa mempertimbangkan satu posisi yang lebih baik dari Rp64,9 triliun itu. Ini yang mau saya sampaikan," terangnya.

Dirinya juga menambahkan usulan tersebut sudah melalui kajian bersama seluruh menteri. "Jadi kami sudah melakukan kajian di pemerintah, dan kami akan membawakan satu posisi pemerintah yang akan dibahas di badan anggaran. Karena pembahasan di Komisi XI sama di Komisi VII kan sudah selesai. Sekarang ada di badan anggaran," ujarnya.

Pembicaraan di Badan Anggaran, disampaikan Agus akan fokus pada angka subsidi listrik yang pantas. Hal tersebut juga dilandasi dari rekomendasi Komisi VII yang sebelumnya melakukan rapat kerja dengan Menteri ESDM Jero Wacik.

"Di badan anggaran itu ada tiga panja dan satu tim perumus. Di tim panja yang melakukan kajian terhadap penerimaan negara defisit dan pembiayaan, itu kita akan bicarakan tentang rekomendasi dari komisi VII terkait dengan tidak dinaikkannya listrik dan diturunkannya subsidi listrik dari Rp93 triliun menjadi Rp64,9 triliun," jelasnya.

Agus menilai, angka yang yang ditawarkan Komisi VII tersebut tidak relevan dengan kondisi saat ini. "Badan anggaran nanti akan bisa melihat apakah satu rekomendasi subsidi listrik yang dibatasi hanya Rp64 triliun itu adalah sesuatu yang bisa cukup memadai untuk operasi listrik Indonesia, kami dari pemerintah melihat ini tidak cukup," tandasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved